Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dropping air bersih untuk tiga desa di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Krisis air bersih melanda 8.320 jiwa di Kecamatan Ngoro dan Trawas, Kabupaten Mojokerto terdampak selama musim kemarau.
Krisis air bersih terjadi di Desa Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro dan Duyung di Kecamatan Trawas. Di Desa Manduro Manggung Gajah ada 1.861 jiwa terdiri dari Dusun Buluresik sebanyak 996 jiwa dan Dusun Gajah Mungkur sebanyak 865 jiwa.
Sedikitnya 4.937 jiwa atau 1.556 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Kunjorowesi, di Dusun Kandangan dan Dusun Kunjoro. Di Desa Duyung yakni dua dusun, Dusun Bantal dan Dusun Duyung yang tersebar di 16 RT. Di Dusun Bantal dengan 789 jiwa dan Dusun Duyung dengan 702 jiwa terdampak krisis air.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, dalam satu hari, ada truk 10 tangki dropping air bersih ke tiga desa yang terdampak. “Desa Kunjorowesi 4 tangki, Desa Manduro Manggung Gajah 3 tangki dan Desa Duyung 3 tangki,” ungkapnya, Selasa (6/8/2024).
Rencananya, dropping air bersih akan disalurkan untuk tiga desa terdampak dengan total 340 tangki. Selain bantuan air bersih, BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan logistik penanganan kekeringan. Diantaranya delapan buah tandon untuk Desa Kunjorowesi dan enam buah tandon untuk Desa Manduro Manggung Gajah.
“Desa Duyung enam buah tandon dan tersisa 2 buah ditaruh di BPBD Kabupaten Mojokerto untuk cadangan jika ada daerah di Mojokerto membutuhkan dengan kapasitas 1.200 liter. Kami juga membagikan perlengkapan lain seperti terpal dan jerigen,” katanya.

“Beberapa upaya sebetulnya sudah pernah dilakukan, namun belum berhasil. Rencananya, kita akan terus berikhtiar mencari solusi lainnya. Karena kekeringan di tiga desa ini sudah berlangsung setiap tahun dan selama ini BPBD Kabupaten Mojokerto juga telah melakukan pemberian air bersih dengan anggaran yang dimiliki,” ujarnya.
Gatot menjelaskan, memang ada rencana pipanisasi untuk Desa Kunjorowesi yang diambilkan dari Air Terjun Dlundung di Kecamatan Trawas. Namun menurutnya setelah dilakukan pengecekan debit air berkurang sehingga pihaknya mencari sumber air yang debitnya mencukupi agar bisa dilakukan pipanisasi,” jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Jatim, untuk tahun 2024 ini sebanyak 27 kabupaten/kota telah mengalami kekeringan yang ditandai dengan penetapan status darurat kekeringan. Dari jumlah itu, mayoritasnya menetapkan daerahnya dalam status siaga darurat kekeringan.
Sedangkan empat daerah yang lain menetapkan status tanggap darurat kekeringan, yakni Kabupaten Jombang, Kabupaten Blitar, Lumajang dan Kabupaten Pacitan. Selain di Mojokerto, BPBD Jatim juga telah memberikan bantuan air bersih di sejumlah daerah di antaranya, di Kabupaten Bondowoso, Ngawi, dan Kabupaten Pasuruan. [tin/ian]
![Mojokerto Darurat Kekeringan, BPBD Jatim Dropping Air Bersih untuk 8 Ribu Jiwa Terdampak Kalaksa BPBD Provinsi Jatim, Gatot Soebroto didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati saat menyalurkan bantuan kepada warga di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240806-WA0012_LVZHSaUd7V-1024x768.jpeg)





