Sampang (beritajatim.com) – Semburan air sumur bor di Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura. Pada pukul 18.11 WIB, Sabtu (3/8/2024) petang, akhirnya berhenti alias mampet.
Berdasarkan keterangan warga setempat, jika sembelum berhenti menyembur, tekanan semburan air yang semula mencapai belasan meter itu berangsur melemah dan lubang sumur bor itu semakin lebar.
“Sekarang sudah mampet dan lubang bekas sumur bor itu diameternya melebar,” kata Fitri, remaja yang tinggal tak jauh dari lokasi sumur bor di Desa Pandan, Minggu (4/8/2024).
Seperti yang diberitakan sebelumya, semburan air tersebut bermula dari warga setempat mengebor sumur, untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Lama pengerjaan sumur berlangsung hingga 38 hari dengan kedalaman 90 meter dari permukaan tanah.
Mantan Kepala Desa Pandan, Ahmad Sohib membenarkan kejadian tersebut, jika sebelumnya ada salah satu warga setempat mengebor sumur untuk kebutuhan air bersih. Di hari ke 38 pengeboran, tepatnya Jumat (2/8/2024) dini hari, mendadak air menyembur dari dalam tanah dengan kekuatan cukup kencang. Melihat kejadian aneh itu, salah satu warga mendatanggi rumahnya untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Pukul 01.00 WIB ada warga yang datang melaporkan adanya semburan air tersebut, kemudian saya teruskan ke polisi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, jajaran kepolisian setempat, segera mengamankan lokasi sumur bor dengan memasang garis polisi.
“Kami sudah menindaklanjuti dan memasang garis polisi di sekitar semburan air,” terang Kapolres Sampang, AKBP Hendro Sukmono.
Tidak hanya itu, Hendro mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meneliti kandungan air dari sumur bor tersebut.
“Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Telah mengambil sempel air untuk dilakukan penelitian,” tandasnya.[sar/aje]






