Sampang (beritajatim.com) – Hari kedua semburan air sumur bor yang berada di halaman rumah warga di Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura masih berlangsung.
Kapolres Sampang, AKBP Hendro Sukmono memerintahkan anggotanya untuk mengamankan lokasi dengan memasang police line. Sebab, tekanan air dari dalam bumi itu sangat deras dan membahayakan warga yang berebut untuk melihat langsung pada titik semburan air.
“Kami sudah menindaklanjuti dan memasang garis polisi di sekitar semburan air,” terangnya, Sabtu (3/8/2024).
Tidak hanya itu, Hendro mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meneliti kandungan air dari sumur bor tersebut.
“Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Telah mengambil sampel air untuk dilakukan penelitian,” imbuhnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, semburan air tersebut bermula dari warga setempat mengebor sumur, untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Lama pengerjaan sumur tersebut 38 hari dengan kedalaman 90 meter dari permukaan tanah.
Mantan Kepala Desa Pandan, Ahmad Sohib membenarkan kejadian tersebut, jika sebelumnya ada salah satu warga setempat mengebor sumur untuk kebutuhan air bersih.
Di hari ke 38 pengeboran tepatnya dini hari Jumat (2/8/2024), mendadak air menyembur dari dalam tanah dengan kekuatan semburan cukup kencang. Melihat kejadian aneh itu, salah satu warga mendatangi rumahnya untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Pukul 01.00 WIB ada warga yang melaporkan adanya semburan air tersebut, kemudian saya teruskan ke polisi,” pungkasnya. [sar/ian]
![Dua Hari Sumur Bor Sampang Masih Menyembur, ESDM Jatim Turun Tangan Teliti Kandungan Air Semburan air dari sumur bor di Desa Pandan, Kecamatan Omben, Sampang. [Zamach/Beritajatim]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/08/semburan-air-1.webp)





