Gresik (beritajatim.com) – Empat gedung sekolah dasar yang pernah roboh akibat gempa di Pulau Bawean Gresik kembali berfungsi. Sekolah dasar itu di antaranya UPT SD Negeri 332,333,338 serta 387.
Sebelumnya, pasca gempa siswa SD setempat terpaksa menjalankan aktivitas belajar mengajar di tenda darurat. Ini karena sekolah tempat mereka belajar bangunannya roboh.
Kepala Sekolah SDN 322 Ahmad Yani menceritakan kejadian gempa 6.5 magnitudo yang merobohkan gedung sekolahnya. Sehingga, menyebabkan aktivitas belajar mengajar terganggu.
“Saat kejadian pembelajaran dilaksanakan melalui online dan jemput bola ke rumah orangtua siswa,” ujarnya, Minggu (28/7/2024).
Ia menambahkan, setelah sekolahnya dibangun kembali, hal itu sangat membantu dalam proses belajar. Bahkan, banyak siswa siswi yang mendaftar ke sekolah.
“Alhamdulillah anak anak dapat bersekolah kembali dan ruangan sudah bisa dimanfaatkan,” imbuhnya.
Sementara Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mengatakan, dirinya mengaku prihatin atas kejadian gempa di Pulau Bawean.
“Kami berusaha dan akan terus bergerak cepat serta bersinergi bersama dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam membangun kembali bangunan sekolah yang roboh,” katanya.
Bupati milenial ini juga mengapresiasi kepada seluruh stakeholder yang turut serta dalam menuntaskan pembangunan 4 gedung UPT SD Negeri. Sehingga terdapat peningkatan murid yang cukup signifikan dan dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
“Adanya gedung baru ini dapat meningkatkan antusias murid untuk mendaftar hingga lebih dari 200%. Mudah-mudahan dapat digunakan kembali untuk belajar dan mengajar untuk anak-anak,” tandasnya. [dny/but]






