Magetan (beritajatim.com) – Rencana pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN di akhir pekan ini telah memicu keresahan di kalangan pelaku pariwisata Kabupaten Magetan. Pemadaman yang dijadwalkan pada hari Sabtu (27/07/2024) dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB dinilai sangat mengganggu aktivitas wisata dan berpotensi merugikan para pelaku usaha.
Beberapa objek wisata populer seperti Mojosemi Forest Park, Mbah Djoe Resort, Sarangsari Hills, Lawu Forest Park, hingga kawasan Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang menjadi beberapa lokasi yang akan terdampak pemadaman ini.
Honggo Utomo, pengelola Mojosemi Forest Park, mengungkapkan kekecewaannya. “Weekend adalah waktu kami panen kunjungan wisatawan. Pemadaman listrik akan mengganggu aktivitas wisata dan merugikan pelaku usaha,” ujarnya, Jumat (26/07/2024)
Senada dengan Honggo, para pengelola wisata lainnya juga menyuarakan keluhan serupa. Mereka mempertanyakan alasan PLN memilih akhir pekan sebagai waktu pelaksanaan pemeliharaan jaringan. Padahal, hari libur adalah waktu puncak kunjungan wisatawan.
“Kami berharap PLN dapat mencari solusi lain yang tidak mengganggu aktivitas wisata,” pungkas Honggo.
Pemadaman listrik di hari libur ini dikhawatirkan akan berdampak buruk pada sektor pariwisata Magetan. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:
Penurunan kunjungan wisatawan: Banyak wisatawan yang akan membatalkan rencana kunjungannya jika mengetahui adanya pemadaman listrik.
Kerugian finansial bagi pelaku usaha: Pemadaman listrik akan mengganggu operasional wahana wisata, restoran, dan penginapan, sehingga berdampak pada pendapatan.
Citra buruk bagi destinasi wisata: Kejadian ini dapat memberikan kesan negatif bagi wisatawan tentang kualitas pelayanan pariwisata di Magetan.
Para pelaku wisata berharap agar PLN dapat lebih memperhatikan dampak dari pemadaman listrik terhadap sektor pariwisata. Mereka meminta PLN untuk menjadwalkan pemeliharaan pada waktu yang tidak mengganggu aktivitas wisata, misalnya pada hari kerja atau pada malam hari.
Selain itu, para pelaku wisata juga berharap adanya koordinasi yang lebih baik antara PLN dengan dinas pariwisata setempat. Dengan demikian, dapat ditemukan solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak.
Pun, dalam surat pemberitahuan pemadaman nomor 0343/AGA.01.01/F04060400/2024, PLN mengatakan pemadaman tersebut dalam rangka peningkatan pelayanan serta mendukung kelancaran distribusi tenaga listrik dan untuk pemeliharaan di sisi Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM).
”Terkait pekerjaan pemadaman aliran listrik tersebut, mohon pelanggan dapat mengaktifkan captive power (genset) untuk memenuhi kebutuhan listrik sendiri mengingat pekerjaan tersebut harus dilakukan dalam kondisi tidak bertegangan,” tulis PLN dalam surat yang ditandatangani oleh Manajer Unit Layanan Pelanggan Magetan, Selamet. [fiq/suf]






