Magetan (beritajatim.com) – Pembayaran tiket masuk non tunai Kawasan Wisata Telaga Sarangan digadang bisa menaikkan pendapatan asli daerah (PAD). Meski masih melayani tunai, para pengunjung bisa membayar tiket masuk secara non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS).
Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan Eka Radityo mengatakan, sudah hampir dua tahun ini pengunjung sudah bisa melakukan pembayaran secara non tunai ke Telaga Sarangan. Meski mayoritas pengunjung masih memilih pembayaran secara tunai.
‘’Karena mungkin ada yang tidak bisa memakai non tunai, ada juga yang tidak mau membayar dengan cara non tunai untuk membayar tiket masuk ke Sarangan,’’ terang Eka, Kamis (11/07/2024).
Eka mengungkapkan, pengaruh penggunaan pembayaran non tunai terhadap PAD memang belum signifikan. Namun, PAD Magetan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Data Disbudpar Magetan, pendapatan 2022 mencapai Rp17,1 miliar. Kemudian pada 2023, mencapai 20,3 miliar. Sedangkan tahun ini hingga Juni sudah mencapai Rp 11,3 miliar.
‘’Per Juni 2024 ini sudah terealisasi 53 persen dari target. Tahun 2024 ini kami ditarget Rp21,1 miliar,’’ terang Eka.
Sampai saat ini pihaknya memang belum memberlakukan penggunaan tiket secara elektronik seperti yang diwacanakan beberapa tahun silam. [fiq/beq]






