Magetan (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Magetan pada 2023 mencapai 56 kejadian. Baik di lahan perkebunan, maupun gunung seperti Gunung Bancak, Gunung Blego, Gunung Bungkuk dan Gunung Lawu.
Karhutla yang terjadi pada 2023 lalu di Gunung Lawu jadi bahan evaluasi dan warning penting. Pemkab Magetan dan stakeholder terkait menggelar rapat koordinasi untuk langkah preventif karhutla. Rapat itu digelar di Pendapa Surya Graha pada Selasa (23/07/2024).
“Kami melakukan pembahasan antisipasi atau setidaknya meminimalisir agar bencana itu tidak kembali terjadi Karhutla lagi tahun ini” ujar Pj Sekda Magetan Hermawan.
TNI, Polri, Damkar, BPBD dan pihak desa diminta memberikan saran dan masukan terkait langkah pencegahan yang diambil. Seperti, sosialisasi pada masyarakat di dekat hutan agar turut serta dalam upaya pencegahan karhutla.
“Begitu pun pada tata cara pembakaran di lahan tebu diharapkan agar diperhatikan waktunya, jangan sampai merambah ke mana- mana yang memicu kebakaran di musim kemarau ini,” bebernya.
Portal yang dipasang masyarakat juga harus disesuaikan dengan ketinggian mobil pemadam kebakaran. Gunanya, untuk memperlancar mobil damkar masuk ke kawasan yang terbakar .
“Untuk titik kerawanan besar terjadinya Karhutla itu ada di kecamatan Plaosan, Panekan, Sidorejo yang merupakan daerah Gunung Lawu bahkan di tahun lalu untuk memadamkannya hingga mendatangkan water bomber. Sedangkan titik kecil Karhutla sendiri ada di Gunung Bancak (Parang – Lembeyan) serta daerah Desa Banjarpanjang, Kecamatan Ngariboyo dan Desa Pupus di Kecamatan Lembeyan,” tambahnya.
Diketahui, Kondisi saat ini berdasarkan ramalan Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diprediksi berbagai Provinsi akan mengalami kondisi kekeringan. [fiq/ian]






