Blitar (beritajatim.com) – Arema FC dipersilahkan berkandang di Stadion Soepriadi Kota Blitar untuk dijadikan home base liga 1 tahun 2024. Tim Singo Edan pun dipersilahkan untuk menggunakan Stadion Soepriadi selama setengah musim.
“Belum ada kesepakatan, tapi ada beberapa arahan dari Wali Kota Blitar. Arahannya, (Stadion Supriyadi) diperbolehkan jadi home base, tapi dengan catatan,” kata Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji usai audensi dengan Wali Kota Blitar, Santoso.
Meski telah diperbolehkan untuk menggunakan Stadion Soepriadi namun ada beberapa catatan yang harus dipenuhi Arema FC jika ingin berkandang di Bumi Bung Karno. Sejumlah catatan tersebut diantara lain soal pembenahan infrastruktur di Stadion Supriyadi mulai akses masuk, lampu, tribun penonton, LED sponsor dan lahan parkir.
Termasuk, Stadion Supriyadi perlu dilakukan re-asesmen lagi karena asesmen sebelumnya untuk pertandingan Liga 2.
“Untuk penataan akses masuk, misalnya pintu utama sudah Stadion Supriyadi tidak boleh lagi digunakan akses oleh penonton. Pintu utama hanya untuk akses pemain dan official,” imbuhnya.
“Kapasitas lampu Stadion Supriyadi juga perlu ditata. Kami memang belum mengukur, tapi kapasitas lampu di Stadion Supriyadi di bawah standar regulasi,” lanjutnya.
Selain itu, kata Sudarmaji, Wali Kota Blitar juga minta jaminan apakah suporter tim tamu diperbolehkan datang atau tidak saat pertandingan.
“Kami memastikan suporter tim tamu tidak boleh datang saat pertandingan. Karena kami masuk pengawasan Viva. Yang diperbolehkan datang suporter tuan rumah. Kami (Arema) kemungkinan akan memanfaatkan 75 persen dari kapasitas stadion,” pungkasnya. [owi/aje]






