Kediri (beritajatim.com) – KPU Kota Kediri menemukan sebanyak 1.516 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Temuan ini terjadi saat petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) melakukan proses pencocokan dan penelitian alias coklit.
Ketua KPU Kota Kediri Reza Christian mengatakan, ribuan pemilih yang masuk kategori TMS itu diakibatkan oleh banyak faktor. Diantaranya karena meninggal dunia, sebanyak 968 dan sisanya seperti pindah rumah atau domisili serta berubah status menjadi TNI/Polri. Angka tersebut kemungkinan bisa bertambah pada kemudian hari.
Masih kata dia, ribuan pemilih yang tak memenuhi syarat itu dilakukan pencoretan. Sementara itu, proses coklit sendiri kini sudah mencapai 96 persen.
“Minggu kedua ditargetkan selesai, tanggal 13 Juli sudah 100 persen. Terus nanti di minggu ke-3 ke-4 Itu kita akan mampu melakukan evaluasi dan juga menunggu regulasi yang baru terkait dengan proses dari coklit ini,” katanya, pada Rabu (13/7/2024).
Reza menambahkan, untuk wilayah Kecamatan Mojoroto coklit berprogress di angka 94,27 persen dengan menyisakan 4.893 data pemilih yang belum tercoklit, lalu Kecamatan Kota sebesar 94,26 persen dengan menyisakan 3.911 data pemilih belum tercoklit dan Kecamatan Pesantren sejumlah 99,99 persen serta hanya tinggal 8 data pemilih yang belum tercoklit.
Alumnus Prodi Hukum Universitas Jember itu juga menyebut jika terdapat kekeliruan pada saat evaluasi akan dilakukan perbaikan.
“Makanya kan dicoklit itu ada yang namanya pemilih sesuai, pemilih sesuai ini misalnya meninggal atau pindah, tapi dia tidak ada data pendukungnya maka tetap masuk ke pemilih sesuai, lah nanti ketika dievaluasi dan mungkin keluarganya bisa menunjukkan data pendukungnya, maka akan kita TMS kan,” pungkasnya.
Pria berambut putih ini mengaku, pihaknya selalu memantau, memonev, memonitoring dan evaluasi terkait dengan Pantarlih setiap harinya, baik dari jajaran KPU Kota Kediri maupun pihak PPK dan PPS guna antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Dan kami kemarin juga menginstruksikan kepada PPK PPS, misalnya ada Kelurahan yang memang progressnya itu kurang dari yang lainnya, maka kami menginstruksikan untuk meminta bantuan RT RW untuk mendampingi Pantarlih agar bisa menyelesaikan tugasnya,” tutupnya. [nm/but]






