Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya terus berupaya menjaga keselamatan perjalanan KA di wilayahnya. Beberapa upaya dilakukan, dengan harapan kejadian KA tertemper di perlintasan sebidang ini bisa ditekan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, berbagai upaya menekan kejadian di perlintasan sebidang kereta api seperti penutupan perlintasan sebidang tanpa penjaga, sosialisasi, serta memasang spanduk waspada di perlintasan sebidang yang dijaga oleh swadaya.
Menurut Luqman Arif, bahwa KAI Daop 8 Surabaya menjadikan atensi serius terkait dengan keselamatan perjalanan kereta api. Untuk itu, KAI Daop 8 Surabaya memberikan edukasi berupa sosialisasi kepada masyarakat baik itu di lokasi perlintasan sebidang, di sekolah, bahkan secara musyawarah bersama tokoh masyarakat.
“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan juga keselamatan masyarakat,” ujarnya, Selasa (9/7/2024).
Dikatakannya, pada tahun 2024 ini, KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan kegiatan sosialisasi sebanyak 118 kali, yang terdiri 98 kali di perlintasan sebidang di wilayah Daop 8 Surabaya, dan 20 kali di sekolah. Sosialisasi ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Dinas Perhubungan setempat, komunitas railfans, dan juga Pemerintah Daerah setempat.
Selain sosialisasi, KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan upaya lain, yakni menutup cikal bakal perlintasan sebidang dan juga memasang banner di perlintasan sebidang yang dijaga swadaya. Adapun cikal bakal perlintasan sebidang yang dibongkar ini merupakan perlintasan sebidang yang dibuat oleh masyarakat dengan bahan seadanya, seperti menyusun batu rel atau benda lainnya sehingga kendaraan kecil dapat melewati rel dengan mudah.
Untuk diketahui, berdasarkan data, mulai Januari hingga Juni 2024 KAI Daop 8 Surabaya mencatat telah terjadi 51 kejadian KA tertemper, terdiri dari KA tertemper kendaraan sebanyak 28 kejadian, dan KA tertemper pejalan kaki 23 kejadian. Sementara itu, periode yang sama di tahun 2023 terdapat 53 kejadian, yakni 25 kejadian KA tertemper kendaraan dan 28 kejadian KA tertemper orang.
“KAI Daop 8 Surabaya tentunya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk dapat memahami pentingnya menjaga keselamatan bersama, dengan waspada dan berhenti untuk memastikan tidak ada KA yang melintas, serta tidak melakukan aktifitas di jalur KA,” pungkasnya. [lus/beq]






