Fattamefia Aura Paramita baru berusia 16 tahun saat grand final Duta Lingkungan Jawa Timur digelar, 7 Juli 2024. Terpilih atau tidak, pelajar SMA Negeri 5 Kabupaten Jember ini adalah kandidat putri termuda dalam kontestasi tersebut.
Sejak lama Aura tertarik dengan kegiatan sosial dan kerelawanan. Hatinya mudah tersentuh dengan ketidakberuntungan orang lain. Hasti Utami, sang ibu, ingat benar bagaimana putrinya itu menangis sepulang pengambilan rapor.
Nilai Aura tidak jelek. Dia bahkan berada di peringkat kelima paralel di SMAN 5 Jember. Dia menangis karena tahu ada salah satu siswa yang sering bolos sekolah karena harus bekerja membantu sang nenek hingga jam dua dini hari. “Anak itu bekerja di bengkel, kadang juga jadi kuli,” kata Hasti.
Siswa itu tinggal bersama sang nenek yang pensiunan selama ini. Orangtuanya tak tahu entah ke mana. “Hari itu Aura kehilangan mood. Tidak mau nonton, nge-mall, atau bermain sama teman-temannya,” kata Hasti.
Aura juga ringan tangan memberikan uang saku dan simpanannya. “Dia selalu membawa bekal, dan duitnya buat mentraktir teman-temannya,” kata Hasti.
Aura sejak kecil tertarik dengan aktivisme dan hal-hal di luar pelajaran sekolah. Dia sudah menjadi roaster dan barista kopi di Jember sejak kelas 2 sekolah menengah pertama. Dia juga sesekali membantu ibunya yang aktif di dunia pariwisata sebagai pemandu turis pada saat libur sekolah.
Di SMAN 5 Jember, Aura aktif di ekstrakurikuler lingkungan hidup. Jika terpilih menjadi Duta Lingkungan Jatim, Aura akan berfokus menjalankan program penanganan limbah rumah tangga.
“Limbah rumah tangga tak hanya di kawasan perumahan, tapi juga di tempat wisata. Saya akan mengampanyekan hal-hal mengenai limbah rumah dan konservasi lingkungan mengenai pariwisata,” kata gadis kelahiran 29 Agustus 2007 ini.
Namun menang atau kalah dalam kontestasi ini, Aura berjanji mengajak lebih banyak orang untuk merawat alam. “Saya ikut kontestasi Duta Lingkungan Jatim karena ingin berkontribusi dalam sektor lingkungan dan mengajak lebih banyak orang untuk mencintai lingkungan,” katanya. [wir]






