Blitar (beritajatim.com) – Jumlah penderita gagal ginjal di Kabupaten Blitar cukup tinggi. Tercatat sejak Januari hingga bulan Juni 2024 ini, ada 82 warga yang menderita gagal ginjal akut dan harus menjalani terapi cuci darah.
Kasus gagal ginjal di Kabupaten Blitar ini didominasi oleh usia produktif mulai 18-45 tahun. Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.
Dinkes Kabupaten Blitar mengungkap bahwa pola hidup tidak sehat menjadi faktor pemicu utama gagal ginjal untuk orang usia produktif. Konsumsi makanan junk food dan minuman manis kemasan menjadi faktor pemicu terjadinya gagal ginjal.
Hal itu diperparah dengan banyaknya warga yang males bergerak dan berolahraga serta kurangnya konsumsi air mineral. Faktor itulah yang membuat banyak warga Kabupaten Blitar terkena gagal ginjal.
“Kalau soal kenapa yang banyak kena usia produktif kita belum analisa lebih lanjut tapi kalau soal penyebabnya karena pola hidup tidak sehat,” Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, Kamis (27/6/2024).
Menurut, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar para penderita gagal ginjal ini mayoritas juga penderita diabetes militus. Diabetes militus ini menjadi salah satu penyakit pemicu terjadinya gagal ginjal pada usia produktif.
Tentu sudah ketahuan, penyebab diabetes militus adalah banyaknya konsumsi pemanis kemasan serta kurangnya olahraga dan sedikitnya konsumsi air putih.
“Memang para penderita gagal ginjal ini juga menderita diabetes militus, tidak semua tapi mayoritas kasus seperti itu,” imbuhnya.
Selain faktor makanan dan kurangnya olahraga, stres ternyata juga jadi penyebab terjadinya gagal ginjal. Mereka yang mengalami stres maka pola hidupnya juga tidak akan sehat sehingga potensi seseorang tersebut mengalami gagal ginjal juga akan cukup tinggi.
“Ya memang kalau stres itu bisa membuat pola hidup seseorang tidak sehat. Ketika itu terjadi maka potensi terjadinya gagal ginjal juga akan tinggi,” tutupnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan konsumsi makanan sehat serta menghindari makanan cepat saji. Olahraga teratur serta pola istirahat istirahat yang cukup juga harus dilakukan agar terhindar dari resiko gagal ginjal. [owi/beq]






