Surabaya (beritajatim.com) – Suplemen kesehatan asal Jepang beredar di 50 perusahaan di seluruh dunia. Salah satu produsen obat Jepang Kobayashi Pharmaceutical telah menarik produk tersebut. Hal ini menyusul adanya kabar puluhan warga yang masuk rumah sakit karena kekhawatiran akan gangguan ginjal usai mengkonsumsi suplemen tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mengklaim jika suplemen tersebut tidak beredar di Indonesia. Disebutkan pula bahwa suplemen itu tidak terdaftar BPOM.
Dalam keterangan resminya, BPOM juga telah melakukan penelusuran di marketplace. Hasilnya pun tidak ditemukan adanya peredaran produk tersebut.
“Dari hasil penelusuran database, saat ini produk dari Kobayashi Pharmaceutical atau Benikoji tidak ada yang terdaftar di BPOM,” katanya dalam keterangan resmi, ditulis Rabu (27/3/2024).
Adapun suplemen yang dimaksud yakni suplemen kesehatan yang mengandung sejenis beras yang difermentasi dengan ragi atau bisa disebut dengan beni koji.
“Kami sekarang mengetahui satu contoh, ada kemungkinan hubungan sebab akibat antara kematian dan produk kami. Kami sedang menyelidiki kaitan tersebut dan apa yang terjadi,” kata Kobayashi Pharmaceutical dalam sebuah pernyataan.
Di Kota Surabaya sendiri, beritajatim.com telah mencoba untuk mengkonfirmasi kemungkinan adanya peredaran suplemen tersebut. Hanya saja, BPOM di Surabaya tak memberikan keterangan secara konkret. Mereka hanya menjelaskan sesuai pernyataan resmi dari BPOM RI. [ipl/suf]






