Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengusulkan penggunaan energi terbarukan, seperti energi surya, angin, air, dan panas bumi dalam pembangunan infrastruktur penerangan jalan umum, gedung pemerintahan, dan rumah- rumah penduduk.
“Pemerintah Kabupaten Jember hendaknya menggunakan prinsip memenuhi kebutuhan sekarang ranpa mengorbankan pemenuhan generasi pada masa mendatang,” kata Fahrurrozi Thohir, juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, menanggapi isi Rancangan Peraturan Daerah RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Jember 2025- 2045.
Menurut Fahurrozi, salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
“Pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka panjang, tanpa menghabiskan modal alam, sehingga generasi di masa yang akan datang masih dapat menikmati pemenuhan kebutuhannya,” kata Fahrurrozi.
Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. “Pemerintah Kabupaten Jember harus memperhatikan tuga hal dalam membuat kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, yaitu: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan perlindungan lingkungan,” kata Fahurrozi.
Dengan demikan, lanjutnya, pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, hasil riset dan inovasi yang kreatif harus dioptimalkan untuk merumuskan kebijakan tentang pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Jember.
“Kami mengusulkan strategi pembangunan dari desa ke kota. Strategi ini menekankan pada pemaksimalan potensi desa di Kabupaten Jember sebagai titik awal pembangunan,” kata Fahrurrozi.
Menurut PPP, dengan membangun dari desa, diharapkan setiap desa di Kabupaten Jember dapat berkembang dan maju sesuai dengan potensi dan kekhasannya masing-masing. “Hal ini akan menciptakan lapangan kerja di desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi kesenjangan antarwilayah,” kata Fahrurrozi. [wir]






