Malang (beritajatim.com) – Jurnalis pendidikan beritajatim.com wilayah Malang, Muhammad Afnani Alifian mengisi seminar jurnalistik di pesantren Al Khoirot, kabupaten Malang. Acara ini diikuti oleh ratusan santri dan ustad madrasah diniyah Al Khoirot.
Dani Alifian, sapaan akrabnya, menyampaikan materi tentang menulis berita straight news. Dijelaskannya bahwa berita adalah sebuah fakta yang memang dianggap penting yang harus segera disampaikan pada masyarakat.
“Walaupun begitu tidak semua fakta bisa dijadikan berita oleh media, fakta-fakta yang nantinya akan dipilih dan kemudian akan mengetahui mana saja yang layak untuk disampaikan pada masyarakat,” ujar Dani pada acara di Masjid Al Madinah Pesantren Al Khoirot, Sabtu (22/6/2024) sore.
Menurut lulusan magister pendidikan bahasa Indonesia ini, fakta yang pantas dijadikan berita itu memiliki beberapa indikator. Pertama, fakta yang penting diketahui publik karena mendesak seperti angka persebaran covid-19, kematian artis, atau kelahiran cucu tokoh penting.
“Kedua, fakta yang baru saja terjadi dan berdampak bagi banyak orang, misalnya: gempa bumi atau tanah longsor. Ketiga, fakta yang memuat hal unik, insidental, atau fakta tentang suatu tempat, makanan yang memuat kearifan lokal,” jelas Dani.
Dani menguraikan cara menulis berita dengan menjawab pertanyaan 5W + 1H, apa, kapan, siapa, dimana, mengapa, dan bagaimana. Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat menghasilkan berita dengan struktur piramida terbalik.
Materi jurnalis beritajatim.com mendapat apresiasi dari Kepala Madrasah Diniyah Al Khoirot, ustad Syamsul Huda. Menurutnya materi yang disajikan sangat edukatif untuk santri bisa mulai menulis karya jurnalistik.

“Saya harap acara ini bisa terus berlanjut, entah itu tiap enam bulan atau bisa tiap bulan. Dari materi yang disampaikan sekarang ini nanti akan kami lombakan untuk dipilih penulis berita terbaik dari semua jenjang Madrasah Diniyah,” ucap ustad Syamsul Huda.
Dijelaskannya bahwa acara seminar jurnalistik ini diadakan dalam rangka menggodok santri agar mampu menulis karya jurnalistik untuk dapat mengisi website alkanews.com. Ia berharap santri bisa produktif menulis hingga bisa menghasilkan buku seperti juga harapan pengasuh pesantren Al Khoirot Malang.
“Jadi yang mengadakan ini dari Madrasah Diniyah untuk mengisi waktu pasca santri menjalani ujian madrasah diniyah. Ini juga dawuh dan arahan kiai agar santri produktif menulis,” jelas Syamsul Huda.
Acara seminar jurnalistik diadakan selama dua hari, yaitu Sabtu & Minggu (22-23/06/2024). Terdapat dua narasumber yang dihadirkan, pada hari pertama materi menulis berita oleh Dani Alifian dari beritajatim dan hari kedua materi teknik reportase oleh Achmad Fikyansyah dari timesindonesia.
Salah satu santri, Fajar Agung Purnomo begitu antusias ikut acara ini. Bahkan, santri asal kabupaten Merangin Jambi ini sudah mampu menulis berita straight news tentang jalannya acara seminar jurnalistik pada hari pertama. (dan/kun)






