Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat Politik Unair (Universitas Airlangga) Fahrul Muzaqqi menyoroti keputusan kontroversial Presiden RI Joko Widodo yang memberikan izin tambang terhadap ormas agama.
Fahrul menilai, keputusan tersebut dapat memiliki konsekuensi politik. Alih-alih menjadi kesempatan bagi para ormas, menurutnya, keputusan itu justru berpotensi menimbulkan permasalahan baru di masa depan.
Karena itu, Fahrul berharap para elit ormas mampu menjaga marwahnya agar tidak menjadi ‘sandera politik’. Sebab, ormas yang ikut andil dalam keputusan ini secara tidak langsung akan memiliki utang politik.
“Ketika ada ormas yang menyambut baik keputusan ini, secara tidak langsung ormas tersebut akan menjadi partner politik. Di sinilah peran ormas diuji agar tetap objektif dan tidak hanya menjadi ‘stempel’ pemerintah. Ini justru menjadi tantangan bagi para ormas dalam konsesi tambang,” ujar Fahrul, Jumat (21/6/2024).
Fahrul melihat ada tiga tantangan utama bagi ormas agama yang turut andil dalam pengelolaan lahan tambang ini. Pertama, mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kedua, memberikan pertimbangan yang objektif dan kritis. Ketiga, menjaga identitasnya sebagai civil society yang berorientasi pada kemaslahatan umat yang lebih utama, alih-alih pertimbangan bisnis.
Kendati menghadapi tantangan yang pelik, Fahrul menilai jika konsesi itu dapat menjadi langkah akselerasi positif bagi ormas. “Ormas yang semula hanya outsider dalam memanfaatkan natural resource, kini terlibat aktif untuk mengelolanya. Sehingga, ormas dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat,” tuturnya.
Namun di sisi lain, Fahrul khawatir ormas akan terjerumus pada kepentingan elitnya sendiri. Sebab itulah, dia menyarankan agar pemerintah terus mengevaluasi keputusan ini.
Selain itu, menurutnya ormas juga harus mempertimbangkan secara objektif. Ormas yang mendapatkan izin tambang harus bisa menjaga semangat kolektivitasnya, agar menjadi berkah.
“Jika tidak, maka ormas akan terjerat hanya pada kepentingan para kelompok elit. Alih-alih menjadi berkah, jangan sampai keputusan ini malah menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” pungkasnya. [ipl/but]






