Jember (beritajatim.com) – Bagaimana mengolah daging kurban untuk dijadikan makanan yang minim kolesterol? Dr. Norma Rahayu Najikhah, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berbagi tips.
Norma menekankan, bahwa kolesterol, penting dan dibutuhkan tubuh sebagai bahan baku pembentukan hormon dan konstruksi perbaikan sel. “Zat ini juga berfungsi untuk memproduksi asam empedu yang tugasnya mencerna lemak. Kolesterol juga berfungsi membentuk vitamin D, mempertahankan struktur sel-sel dalam tubuh,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unmuh Jember, Senin (17/6/2024).
Dibandingkan daging putih ayam, daging merah kambing, sapi, dan domba mengandung zat besi lebih banyak untuk pembentukan sel darah merah. Daging merah juga mengandung vitamin B12 dan protein lebih tinggi yang lebih mudah dicerna daripada daging putih. Itulah kenapa manusia dianjurkan mengonsumsi daging merah 170 gram setiap hari.
Memasak daging merah harus diawali dengan cara tidak mengikutkan lemak yang melekat. Selain itu, memasak daging merah harus menggunakan santan rendah lemak atau kemiri sebagai alternatif. Sementara itu, selain mengonsumsi daging, Norma menganjurkan minuman berkandungan antioksidan, seperti vitamin C dan E, yang dapat mencegah penyerapan kolesterol dalam tubuh dan meningkatkan ekskresi low-density lipoproteins (LDL) dalam darah.
Norman juga menyarankan pola hidup sehat untuk semua orang, di antaranya meghindari rokok, menghindari stress dan konsumsi alkohol berlebihan. “Konsumsi kadar gula juga menjadi penyebab kesehatan buruk karena dapat menyebabkan obesitas yang memicu resistensi insulin dengan akibat dapat menyebabkan diabetes melitus” katanya.
Diabetes bisa memicu inflamasi dan peradangan kronis yang merusak sisi dalam pembuluh darah. Inflamasi ini menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang memicu penyakit jantung.
Norma menyarankan metode Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) yang berfokus pada memperbanyak buah-buahan dan sayur-sayuran, minimal lima porsi dalam satu hari. Konsumsi karbohidrat juga bisa melalyu gandum utuh seperti beras coklat maupun roti gandum. “Batasi makanan dengan kandungan lemak jenuh, lemak trans, garam dan gula tinggi merupakan tahapan penting dari metode ini,” katanya. [wir]






