Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Innovations and Challenges in Securities Crowdfunding: Encouraging Investment for Sustainable Economic Growth”.
Seminar ini menghadirkan empat narasumber berpengalaman di bidang securities crowdfunding dan investasi untuk membahas peluang dan tantangan dalam memanfaatkan skema pendanaan ini bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Keuntungan Go Public dan Beragam Tipe Crowdfunding
Cita Mellisa, Kepala BEI Jawa Timur, memaparkan manfaat Go Public bagi perusahaan, selain mendapatkan pendanaan tanpa batas. Go Public juga dapat meningkatkan kinerja, citra perusahaan, profesionalisme dan loyalitas karyawan, likuiditas, mempercepat penerapan GCG, menghindarkan kemungkinan perpecahan pemilik, memberikan insentif pajak, memperoleh mitra usaha strategis, menciptakan kemandirian perusahaan, dan meningkatkan nilai perusahaan.
Jeroen Rijnenberg, CEO Sustainable Business Development and Innovation Centre, menjelaskan tentang crowdfunding dan berbagai platform crowdfunding yang tersedia.
Sementara itu, Mohammad Agung Wibowo, CEO Fundex, menguraikan tentang tipe-tipe crowdfunding, yaitu equity crowdfunding, securities crowdfunding, social crowdfunding, reward based crowdfunding, dan debt crowdfunding.

Mendukung Milestone Entrepreneur University dan Kebutuhan Industri
Dekan FEB Unisma, Nur Diana, SE., M.Si., menekankan pentingnya implementasi milestone entrepreneur university di FEB Unisma. Ia menjelaskan bahwa kurikulum dan kegiatan tridharma pendidikan tinggi di FEB Unisma diarahkan untuk mendukung milestone ini.
“Seminar internasional ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung pencapaian Unisma sebagai world class university dan mewujudkan visi FEB Unisma sebagai fakultas yang menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing,” ujar Diana.
Diana menambahkan bahwa mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan tentang perbankan dan kemajuan financial teknologi, termasuk skema pendanaan alternatif seperti securities crowdfunding.
“Dengan mengundang narasumber yang kompeten di bidangnya, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas Diana.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk bertukar ide dan pengalaman dalam memanfaatkan securities crowdfunding untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. [dan/beq]






