Magetan (beritajatim.com) – Jumari, seorang petani bawang merah di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menelan pil pahit.
Musim panen tahun ini tak seperti biasanya. Tanaman bawang merah di lahan 2 hektar miliknya gagal panen karena hama dan penyakit. Modalnya senilai Rp160 juta pun dipastikan hanya kembali sekitar 40 persen saja.
“Ini kondisinya sudah hancur. Ada kayak guremnya gitu. Serangga kecil gitu yang bikin rusak daun. Saya modal mulai Rp160 juta sampai Rp200 juta. Ya ini paling kembali cuma 40 persennya. Rugi sudah,” keluh Jumari, Sabtu (8/6/2024).
Jumari bercerita tak hanya hama tapi termasuk penyakit mulai dari antraknosa, kemudian fusarium, dan yang paling parah adalah gurem atau serangga yang sangat kecil.
“Hamanya ini menghisap cairan daun. Caranya itu kan menghisap daun itu loh mas. Kalau dihisap kan kering. Tanaman umur sebulan ini udah nanti ga bisa dipanen,” jelas Jumari.
Akibat serangan penyakit ini, pertumbuhan tanaman bawang merah Jumari menjadi kecil dan akhirnya mati. Hanya 20% tanamannya yang berhasil panen, dengan kualitas yang jauh dari harapan.
“Tidak terisap itu sudah subur, sudah penuh ini,” ujar Jumari sambil menunjukkan tanaman bawang merah yang masih sehat.
Sayangnya, belum ada obat khusus untuk penyakit buram ini. Jumari hanya bisa melakukan pengobatan secara intensif dengan fungisida dan insektisida, namun hasilnya tidak maksimal.
“Ya pengobatan secara intensif cuma ini kan penyakit baru jadinya belum ada obat yang spesialis ke burem itu,” ungkap Jumari.
Gagal panen ini berakibat fatal bagi Jumari dan para petani bawang merah lainnya di Magetan. Mereka mengalami kerugian besar karena harga bawang merah di tingkat petani anjlok akibat tonase panen yang jauh berkurang.
“Gagal panen gitu tinggal 20%. Kalau harga saat ini sebenarnya Bagus. Namun karena tonasenya tidak sampai, kan akhirnya rugi gitu loh,” kata Jumari.
“Seharusnya per hektar itu kan minimal 8 ton kalau saat ini paling per hektar tidak sampai 1 ton gagal,” imbuhnya.
Jumari berharap pemerintah dapat segera turun tangan membantu para petani bawang merah yang terdampak penyakit ini. [fiq/ian]






