Surabaya (beritajatim.com)- Petis memang identik dengan kuliner Surabaya, bumbu berwarna coklat pekat atau hitam ini kerap digunakan dalam berbagai hidangan. Adapun di Kota Pahlawan sendiri, petis bukan hanya sekadar pelengkap, tapi bagian penting dari makanan itu sendiri.
Sejarah Petis di Surabaya
Dilansir beritajatim.com dari kanal YouTube Kisarasa, Ikhsan Rasyid Mujahidul Anwari, selaku dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga Surabaya, sejarah petis di Surabaya terbilang panjang.
“Catatan sejarah menunjukkan petis sudah ada sejak era Majapahit, tepatnya pada abad ke-14,” ujarnya.
Awalnya, petis terbuat dari daging, seperti sapi, babi, dan sebagainya. Namun, karena masyarakat muslim tidak boleh mengonsumsi babi, sehingga seiring berjalannya waktu pula, muncul petis dengan berbahan dasar udang dan ikan.
“Berikutnya di masa Mataram Islam tepatnya pada tahun 1814, ada salah satu karya sastra yang menyubutkan petis udang,” jelasnya.
Tentunya hal ini tidak lepas juga dari banyaknya ikan dan udang yang mudah didapat di pesisir Surabaya dan beberapa daerah di sekitarnya, seperti Sidoarjo, Gresik, dan juga Madura.
Cara Membuat Petis
Proses pembuatan petis pun terbilang unik. Dibuat dari pengolahan udang atau ikan, petis diolah dengan cara direbus hingga asat. Kemudian digiling, dan akhirnya dimasak bersamaan dengan gula batok dengan waktu lama hingga pekat serta kental seperti jenang.
Proses inilah yang kemudian menghasilkan rasa khas petis yang gurih dan sedikit manis. Adapun petis di Surabaya tak hanya dinikmati sebagai pelengkap, tapi juga diolah menjadi berbagai hidangan lezat yang kerap disandingkan dengan lontong.
Makanan yang Menggunakan Petis\
– Rujak Cingur
Salad buah dan sayur yang disiram petis udang yang pedas dan manis, dilengkapi dengan irisan cingur (hidung sapi), timun, lontong, dan taoge.
– Lontong Balap
Lontong yang disiram kuah kaldu sapi gurih dan pedas, dilengkapi dengan taoge, telur rebus, dan sate kikil.
– Lontong Kupang
Kombinasi lontong dan kupang yang disiram kuah petis udang yang kental dan gurih, dilengkapi dengan irisan lontong, telur rebus, dan kerupuk.
– Tahu Tek
Hidangan tahu goreng yang disiram petis udang yang gurih dan pedas, dilengkapi dengan taoge, kentang goreng, dan lontong.
Petis menjadi bukti kekayaan kuliner dan kearifan lokal masyarakat Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Pengolahannya yang unik dan rasa khasnya yang lezat menjadikan petis sebagai ikon kuliner Surabaya yang tak tergantikan. [fyi/aje]






