Ringkasan Berita:
- Sebanyak 250 drum aspal bantuan Gubernur Jawa Timur di Tulungagung belum dimanfaatkan.
- Dinas PUPR menyebut pemanfaatan masih terkendala anggaran material pendamping.
- Aspal senilai Rp450 juta itu akan digunakan untuk perbaikan jalan yang rusak.
- Pemerintah desa yang ingin memanfaatkan bantuan wajib memenuhi persyaratan administrasi.
Tulungagung (beritajatim.com) – Ratusan drum aspal bantuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Tulungagung hingga kini belum dimanfaatkan untuk perbaikan jalan. Padahal, bantuan tersebut telah hampir satu tahun diserahkan. Saat ini, sebanyak 250 drum aspal masih tersimpan di UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung.
Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto, membenarkan bantuan aspal tersebut belum digunakan. Menurutnya, pemanfaatan aspal masih terkendala kebutuhan material pendamping yang belum tersedia.
“Kalau yang di PU itu nanti nunggu material pendampingnya. Yang dibantu dari provinsi hanya aspal saja. Padahal material yang dibutuhkan nanti perlu pasir, koral, tenaga juga,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Erwin memastikan aspal bantuan senilai Rp450 juta tersebut tetap akan dimanfaatkan. Namun, penggunaannya hanya diperuntukkan bagi perbaikan jalan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, bukan untuk pekerjaan peningkatan jalan.
“Nanti kalau sudah ada anggaran pendampingnya akan kami manfaatkan untuk perbaikan jalan,” jelasnya.
Dinas PUPR Tulungagung juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa yang ingin memanfaatkan bantuan aspal tersebut di wilayahnya. Meski berstatus hibah, penggunaan bantuan tetap harus memenuhi ketentuan administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau di desa nanti juga harus ada proposal kepada Bupati, kemudian harus ada kesanggupan dari desa bisa untuk melaporkan secara administratif. Jadi nanti untuk apa, lokasi mana, bisa dipertanggungjawabkan secara administratif,” pungkasnya. [nm/beq]






