Surabaya (beritajatim.com) – Pada bulan Juni 2024, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Dzulhijjah 1445 H, sebuah bulan yang dikenal dengan keistimewaannya dalam Islam.
Dzulhijjah adalah salah satu dari empat bulan haram yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah dan berzikir. Umat muslim didorong untuk memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah, sebelum perayaan Idul Adha.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah menawarkan berbagai kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah. Menurut riwayat Said bin Jubair RA dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Tirmidzi).
Selain itu, terdapat beberapa keutamaan lainnya yang akan didapatkan oleh mereka yang melaksanakan puasa Dzulhijjah ini. Diantaranya adalah pahala puasa satu tahun dan shalat malam setara dengan shalat di malam Lailatul Qadar, terhapusnya dosa selama dua tahun, terbebas dari api neraka, serta pahala setara umrah atau haji.
Jadwal Puasa di Bulan Dzulhijjah
Berikut ini adalah jadwal puasa di bulan Dzulhijjah yang dapat diamalkan oleh umat Islam:
1 Dzulhijjah: 8 Juni 2024
2 Dzulhijjah: 9 Juni 2024
3 Dzulhijjah: 10 Juni 2024
4 Dzulhijjah: 11 Juni 2024
5 Dzulhijjah: 12 Juni 2024
6 Dzulhijjah: 13 Juni 2024
7 Dzulhijjah: 14 Juni 2024
8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): 15 Juni 2024
9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): 16 Juni 2024
Niat Puasa Dzulhijjah
Berikut adalah niat untuk melaksanakan puasa Dzulhijjah:
Niat Puasa Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Cara Baca: Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Jika terlupa membaca niat pada malam hari, puasa masih dapat dilakukan dengan membaca niat pada siang hari sebelum dzuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Niat Puasa Dzulhijjah di Siang Hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Cara Baca: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
Puasa Lainnya di Bulan Dzulhijjah
Selain puasa di awal Dzulhijjah, terdapat juga puasa Tarwiyah dan Arafah yang memiliki keutamaan besar. Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah, sementara puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah.
Puasa Ayyamul Bidh, yang biasanya dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah, dalam Dzulhijjah hanya dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 karena tanggal 13 adalah hari tasyrik yang diharamkan untuk berpuasa. Namun, menurut Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in, puasa Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah tetap dilakukan selama tiga hari berturut-turut yakni pada 14, 15, dan 16 Dzulhijjah.
Dengan demikian, bulan Dzulhijjah menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih ridha Allah SWT. Oleh karena itu, akan amat sayang jika kalian melewatkan waktu ini dengan sia-sia. (mnd/ian)






