Pamekasan (beritajatim.com) – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, merupakan salah satu partai politik (parpol) besar yang selalu menjadi pemenang di berbagai ajang pemilu, khususnya di kabupaten Pamekasan.
Bahkan dengan status tersebut, mereka juga selalu mendelegasikan kader terbanyak di Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan. Khususnya dibanding parpol lain kontestan pesta demokrasi.
Bahkan pada Pemilu 2018 lalu, parpol berlogo Ka’bah mendelegasikan sebanyak 12 kader terbaik sebagai wakil rakyat di Pamekasan. Sekalipun saat ini berkurang dan hanya mendelegasikan 7 kader, mereka tetap keluar sebagai parpol pemenang dengan jumlah suara terbanyak pada pemilu 2024 lalu.
Hanya saja dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Pamekasan, PPP sangat jarang mendelegasikan kader sendiri untuk dicalonkan sebagai bupati Pamekasan, sekalipun sempat mengantarkan Achmad Syafii Yasin sebagai bupati Pamekasan, pada periode pertama beberapa tahun lalu.
Pasca itu, mereka juga selalu ambil bagian dalam kontestasi pilkada Pamekasan, namun mereka hanya mendelegasikan kader terbaik sebagai wakil bupati Pamekasan, yakni pada sosok Kholil Asy’ari, termasuk bersama Achmad Syafii Yasin yang diusung Partai Demokrat.
Pada pilkada tahun ini, mereka memunculkan sebanyak 4 (empat) nama berbeda yang dipersiapkan menyongsong pesta rakyat. Masing-masing Achmad Baidowi, Achmadi, Halili Yasin, dan Rosyid Fanshori.
Bahkan keempat nama tersebut juga diperkenalkan kepada sejumlah parpol di Pamekasan, khususnya saat PPP Pamekasan, melaksanakan Safari Politik ke sejumlah parpol lainnya, termasuk saat menyambut rombongan dari DPC PKB Pamekasan.
“Sejauh ini kami sudah menyampaikan jika PPP memiliki empat kader yang akan diusung sebagai Cabup (Calon Bupati) pada Pilkada Pamekasan, masing-masing Achmad Baidowi, Achmadi, Halili Yasin, dan Rosyid Fanshori,” kata Ketua Desk Pilkada DPC PPP Pamekasan, Ali Masykur, beberapa waktu lalu.
Persiapan tersebut bukan sekedar wacana belaka, sebab keempat nama tersebut juga sudah diperkuat dengan adanya survei internal yang dilakukan parpol. Sekalipun hasil survei tertinggi diraih figur non parpol pada sosok KH Kholilurrahman.
“Hasil dari survei internal, Kiai Kholil (sapaan akrab KH Kholilurrahman) menempati urutan teratas dengan prosentase 30 persen. Tingginya hasil survei Kiai Kholil ini karena pengalaman dipilih langsung oleh masyarakat Pamekasan, sekitar tujuh hingga 8 kali, khususnya dalam berbagai kontestasi pemilu. Artinya kalau beliau survei-nya di atas 30 persen, itu masuk akal,” ungkapnya.
Posisi kedua hasil survei internal ditempati kader potensial partai, yakni Achmad Baidowi dengan meraih hampir 20 persen. “Angka perolehan ini tidak lepas dari pengalaman Mas Awik (sapaan akrab Achmad Baidowi) dipilih rakyat sebanyak tiga kali, yakni pada pada pemilu 2014, 2019, dan 2024 sebagai DPR RI,” imbuhnya.
Sementara kader internal lainnya, Achmadi menempati posisi empat hasil survei internal dengan angka 6 persen. Disusul Halili Yasin dan Rosyid Fanshori yang mengumpulkan sebanyak 3 persen hasil survei internal.
Kondisi tersebut tentunya menjadi angin segar bagi PPP, khususnya untuk mengusung kader internal pada pilkada mendatang. Sekalipun untuk saat ini, mereka harus menjalin koalisi dengan parpol lain guna memenuhi batas minimal parpol pengusung.
Dari keempat nama yang dipersiapkan tersebut, akankah PPP benar-benar serius kembali mengusung kader sendiri sebagai calon bupati pada pilkada Pamekasan mendatang, atau mungkin kembali menjadi mendelegasikan kader terbaik sebagai calon wakil bupati Pamekasan. [pin/aje]






