Sidoarjo (beritajatim.com) – Memasuki awal tahun 2024 masih terdapat infrastruktur pendidikan di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang ataupun parah.
Berdasarkan data tidak kurang dari 125 gedung sekolah milik pemerintah, baik Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang mengalami kerusakan.
Kerusakan gedung-gedung sekolah milik pemerintah itu, hampir terjadi di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Ternasuk gedung SDN yang letaknya tidak jauh dari pusat Pemkab Sidoarjo mengalami kerusakan cukup parah, seperti gedung SDN Bluru Kidul 2, Kecamatan Sidoarjo.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan menghindari penanganan infrastruktur yang rusak, untuk proses lelang di akhir tahun harus mulai dihindari. Tujuannya agar nilai Silpa juga bisa ditekan.
Ia memperingatkan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat segera melakukan lelang terhadap seluruh proyek tender terutama yang terkait langsung dengan masyarakat. “Seperti pembangunan ruang kelas, harus segera dilaksanakan jangan sampai molor karena pastinya ruangan itu dibutuhkan untuk proses belajar mengajar,” ucapnya Selasa (2/1/2024).
Menurut politikus partai PAN itu, percepatan lelang harus dilakukan juga untuk menghadapi masa transisi. Terutama, saat ini Pemilihan Presiden (Pilres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) sedang berlangsung. “Semua harus cepat dimulai dari sekarang agar tidak berdampak buruk pada masyarakat,” ujar Bangun.
Bangun berharap pelaksanaan lelang pekerjaan fisik di awal tahun bisa membuat pekerjaan lebih maksimal dan dapat dinikmati masyarakat dengan segera. “Lelang-lelang harus dimulai di awal tahun agar pekerjaan berjalan dengan baik dan maksimal,” pintanya.

Instruksi tersebut agaknya sudah mulai dipahami para OPD. Hal itu dapat dilihat dari sudah adanya beberapa proyek yang dilakukan lelang atau tender pada bulan pertama tahun 2024 ini. Meskipun hal tersebut diketahui masih sebatas jasa konsultasi. Seperti, jasa konsultansi perencanaan rehabilitasi gedung SMPN 1 Taman, SMPN 3 Waru, dan SMPN 2 Tanggulangin.
Bangun mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 ini, anggaran untuk pembangunan ataupun rehab sekolah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp 42 Milyar.
Dengan adanya peningkatan anggaran tersebut, ia berharap di tahun 2024 ini tidak ada lagi gedung sekolah rusak di wilayah Kabupaten Sidoarjo, khususnya kerusakan parah. “Kami berharap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan parah, itu yang menjadi prioritas. Sedangkan yang kerusakan ringan, masih bisa di cover melalui BOS (Biaya Operasional Sekolah),” pungkasnya. [isa/beq]






