Parigi Moutong (beritajatim.com)– Warga Desa Ogotumubu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini hidup sejahtera berkat pendampingan dan bantuan dari Kemensos dengan usaha gula semut.
Dahulu, para perajin gula aren di desa tersebut hanya mendapatkan penghasilan Rp 500.000 – Rp 700.000 per pengolahan. Namun, setelah dibantu Kemensos, mereka beralih memproduksi gula semut dan mendapatkan penghasilan hingga Rp 2.000.000 dengan bahan baku yang sama.
Pada tahun 2018, Kemensos membantu 77 kepala keluarga (KK) di Dusun V Molomamua, Desa Ogotumubu, dengan membangun 73 unit rumah dan memberikan bantuan jaminan hidup, peralatan kerja, peralatan rumah tangga, serta pendampingan sosial.
Pendampingan sosial ini mengubah cara warga mengolah nira aren. Dibandingkan dengan gula aren, gula semut memiliki harga jual yang lebih tinggi. Proses pengolahannya pun tidak jauh berbeda, sehingga mudah dipelajari oleh para warga.
Kini, gula semut yang diproduksi warga Desa Ogotumubu, yang mereka sebut “Gula Semut Kemensos”, banyak diminati oleh kafe-kafe dan hotel berbintang untuk campuran kopi, teh, atau makanan lainnya.
“Terima kasih Kemensos yang telah banyak membantu dan memberdayakan kami,” kata Asri, Ketua Kelompok Petani Aren, dengan penuh rasa syukur.
Bantuan Kemensos telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan warga Desa Ogotumubu. Kesejahteraan mereka meningkat, dan mereka tidak lagi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk menyekolahkan anak-anak.
Kisah sukses ini menjadi bukti bahwa pendampingan dan pemberdayaan yang tepat dari pemerintah dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di daerah terpencil. [ADV/aje]






