Banyuwangi (beritajatim.com) – Laga Timnas Indonesia vs Uzbekistan harus berakhir dengan kekalahan oleh Garuda Muda. Anak asuh Shin Tae Yong menyerah 0-2 di semifinal Piala Asia tersebut. Meski akhirnya kalah namun dampak positif nobar dirasakan oleh Banyuwangi. Paling tidak pada acara nobar tersebut ekonomi Banyuwangi menjadi bergerak.
Meskipun dukungan dari seluruh warga Indonesia telah menyatu untuk kemenangan Timnas Indonesia. Namun, perjuangan mereka menempuh babak final harus terhenti.
[irp]
Namun demikian, semangat warga selaku pendukung Garuda Muda yang patut diacungi jempol. Tidak terkecuali bagi warga Banyuwangi.
Di Banyuwangi, secara resmi menggerakkan 25 kecamatan untuk menggelar nonton bareng (nobar) termasuk di desa-desa dan kelurahan. Seperti di Kecamatan Bangorejo digelar di RTH Sambimulyo.
Kecamatan Blimbingsari digelar Pendopo Balai Desa Blimbingsari. Kecamatan Genteng di RTH Maron. Kecamatan Giri di Balai Kelurahan Penataban.
Di Kecamatan Licin terdapat nobar di Pasar Licin. Kecamatan Pesanggaran di Balai Desa Sumbermulyo, dan puluhan lokasi nobar lainnya mulai dari ujung utara hingga selatan Banyuwangi.
Ipuk juga meminta camat untuk memfasilitasi nobar di daerah masing-masing. Karena selain mempererat persatuan masyarakat, dengan nobar juga menjadi kesempatan untuk pedagang-pedagang kecil dan UMKM mendapat hasil.
“Dengan nobar ini juga ada perputaran ekonomi untuk para pelaku usaha mikro. Sambil nonton bola camilannya dari para pedagang asongan, PKL, dan warung-warung kecil,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Tidak hanya itu, Pemkab juga mensubsidi lapak dagangan pedagang kaki lima seperti di depan Pendopo Sabha Swagata, Blambangan. Warga yang hadir mendukung Timnas Indonesia, bisa memesan makanan dan minuman secara cuma-cuma kepada sejumlah pedagang yang ada di sekitar lokasi nobar.
“Alhamdulillah, penuh keguyuban. Berbagai latar belakang, pria, perempuan, dewasa maupun anak-anak berkumpul bersama menyaksikan dan mendukung Indonesia,” kata Ipuk.
Bupati Ipuk tampak ikut nobar bersama warga di depan Pendopo Sabha Swagata. Terlihat ribuan warga memadati sepanjang jalan sekitar pendopo, menyaksikan pertandingan yang menentukan bagi Indonesia itu melalui giant screen. [rin/aje]






