Surabaya (beritajatim.com) – Stasiun Surabaya Gubeng, yang dikenal dengan kode stasiun SGU, telah menjadi ikon transportasi penting di kota ini. Namun, stasiun ini terbagi menjadi dua gedung yang berbeda: Stasiun Gubeng Lama dan Gubeng Baru.
Nama “Gubeng” diambil dari kecamatan yang terletak di pusat kota Surabaya, meskipun secara administratif stasiun ini berada di luar batas kecamatan tersebut.
Menjadi bagian dari pengelolaan Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VIII Surabaya bersama KAI Commuter, Stasiun Gubeng memegang peranan vital sebagai salah satu dari dua stasiun kereta api utama di Kota Surabaya dan menjadi stasiun terbesar di Surabaya serta Jawa Timur.
Berikut informasi mengenai Stasiun Gubeng yang didapat berdasarkan sumber-sumber yang berhasil Beritajatim himpun
Stasiun Gubeng Lama
Stasiun Gubeng Lama, yang terletak di Jalan Stasiun Gubeng, Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya, adalah representasi arsitektur bangunan klasik ala Belanda tempo dulu. Dengan nama “Surabaya Gubeng” yang terpampang di atas bangunan, stasiun ini menjadi saksi sejarah perjalanan kereta lokal dan kereta kelas ekonomi antar kota.
Stasiun Gubeng Baru
Di sisi lain, Stasiun Gubeng Baru menampilkan gaya yang lebih modern dan luas, dengan fasilitas tempat parkir yang memadai. Berlokasi di Jalan Gubeng Masjid, stasiun ini menjadi titik perlintasan utama untuk kereta api antar kota kelas eksekutif dan bisnis.
Perbedaan mendasar antara kedua stasiun ini adalah sasarannya. Stasiun Gubeng Lama ditujukan bagi penumpang yang menggunakan tiket kelas ekonomi, sementara Stasiun Gubeng Baru diperuntukkan bagi penumpang kelas bisnis dan eksekutif.
Dengan keberadaan Stasiun Gubeng Surabaya yang terbagi ini, masyarakat memiliki pilihan yang lebih luas sesuai dengan kebutuhan dan preferensi perjalanan mereka. (ted)






