Blitar (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar bakal mengawasi secara ketat pembangunan gedung rawat inap RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Blitar yang menelan anggaran hingga Rp75 miliar. Progres dari proyek pembangunan gedung 8 lantai ini secara berkala bakal diperiksa oleh legislatif.
Hal ini dilakukan sebagai antisipasi adanya ketidaksesuaian spesifikasi bangunan pada proyek senilai Rp75 miliar tersebut. DPRD Kabupaten Blitar mewanti-wanti pihak kontraktor agar melakukan pengerjaan proyek sesuai dengan spesifikasi yang ada.
Pengawasan ini dilakukan karena pembangunan 8 lantai gedung rawat inap RSUD Ngudi Waluyo Wlingi menelan anggaran yang tidak sedikit. Sehingga DPRD Kabupaten Blitar ingin memastikan bahwa anggaran yang keluar tersebut bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan yang berkualitas untuk warga.
“Kita akan selalu mengawal secara bertahap kita akan minta informasi terkait perkembangan pembangunan dan harapan kami bangunannya nanti sesuai dengan spesifikasi dan kualitasnya,” kata Idris Marbawi, Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Selasa (23/4/2023).
Proyek senilai Rp75 miliar rupiah ini resmi mulai dikerjakan pada tanggal 20 Maret 2024. Kontraktor yang bakal mengerjakan proyek strategis Kabupaten Blitar ini adalah PT. Mega Bintang Abadi.
Pembangunan 8 lantai gedung rawat inap RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ini ditargetkan selesai dalam waktu 275 hari. Dengan target tersebut DPRD Kabupaten Blitar bakal melaksanakan monitoring secara berkala untuk mengetahui progres dari proyek senilai Rp. 75 miliar rupiah.
“Itu kan dulu (sempat bermasalah) tapi sekarang kita akan awasi agar bangunannya sesuai dengan spesifikasi,” terangnya.
Sebelumnya Bupati Blitar, Rini Syarifah atau Mak Rini melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Kabupaten Blitar. Untuk membangun gedung rawat ini, Mak Rini menganggarkan dana sebesar Rp7,1 miliar.
Rini Syarifah berharap pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo ini bisa menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Blitar.
“Hari ini, kami melaksanakan ground breaking pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Lokasi pembangunan gedung rawat inap berasa di utara gedung utama RSUD Ngudi Waluyo,” kata Mak Rini, Senin (22/4/2024)
Dalam pembangunan ini, Rini Syarifah juga menggandeng Polda dan Kejaksaan Negeri Jawa Timur. Hal dilakukan untuk mendapatkan pendampingan dan pengawasan dalam proses pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo.
“Targetnya, pembangunan gedung rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo bisa selesai Oktober 2024. Mudah-mudahan tidak ada kendala, jadi mohon dukungannya dan kami butuh support dari semua pihak,” bebernya. [owi/beq]






