Surabaya (beritajatim.com) – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April setiap tahunnya, film biografi Kartini menjadi tontonan yang wajib untuk dinikmati. Dengan sutradara Hanung Bramantyo di balik layarnya, film ini merupakan adaptasi dari film R.A Kartini tahun 1984. Berikut sinopsis film Kartini yang memukau ini.
Pada tahun 2016, Hanung Bramantyo kembali menghidupkan kisah cinta sang pahlawan emansipasi wanita melalui film berjudul “Cinta Untuk Kartini”. Tidak berhenti di situ, pada tahun 2017, Bramantyo kembali menyajikan kisah inspiratif ini dengan judul yang sederhana, “Kartini”, dengan Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Kartini. Film ini berhasil masuk dalam 10 besar film terlaris di Indonesia pada tahun yang sama, dengan anggaran produksi mencapai 12 miliar rupiah.
Sinopsis Film Kartini
Sinopsis film ini mengisahkan tentang perjalanan hidup Kartini, diperankan oleh Dian Sastrowardoyo, yang tumbuh dengan menyaksikan ibunya, Ngasirah (Christine Hakim), dianggap terbuang dalam keluarga karena status sosialnya. Sementara sang ayah, Raden Sosroningrat (Deddy Sutomo), sangat menyayangi Kartini namun tidak bisa melawan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.
Terinspirasi oleh pengalaman hidupnya, Kartini bertekad untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya dalam pendidikan dan kesetaraan. Dengan dukungan saudara-saudarinya, Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita), Kartini berusaha membangun sekolah untuk kaum miskin dan membuka peluang kerja di Jepara.
Perjuangan Kartini untuk kesetaraan tidak mudah, namun berkat dukungan sang kakak, Sostrokartono (Reza Rahadian), Kartini terdorong untuk mewujudkan impian tersebut. Film ini juga diperkaya dengan akting dari beberapa bintang ternama seperti Djenar Maesa Ayu dan Denny Sumargo.
Dengan sinematografi yang memukau, film Kartini berhasil mengangkat suasana Jepara pada tahun 1900, mulai dari latar belakang kota hingga busana yang dikenakan oleh para pemainnya, memungkinkan penonton untuk merasakan atmosfer waktu tersebut.
Keberhasilan film ini tidak hanya terlihat dari sisi komersial, namun juga diakui dalam ajang Festival Film Indonesia 2017. Christine Hakim, salah satu pemeran dalam film ini, berhasil meraih penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik, sementara film ini berhasil meraih total 13 nominasi.
Film “Kartini” menjadi bukti bahwa kisah inspiratif dan perjuangan Kartini masih relevan dan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus memperjuangkan kesetaraan dan hak-hak perempuan.[mnd/aje]






