Ponorogo (beritajatim.com) – Telaga Ngebel, destinasi wisata di Ponorogo itu, masih menjadi jujukan warga saat hari libur Lebaran Idul Fitri 1445 hijriah. Libur lebaran tahun ini, terjadi tren kenaikan kunjungan wisatawan ke kawasan wisata andalan Kabupaten Ponorogo. Kenaikan kurang lebih sebanyak 25 persen, jika dibandingkan dengan kunjungan wisatawan pada hari libur lebaran tahun 2023 lalu.
“Hari libur lebaran tahun ini, ada kenaikan kunjungan wisatawan ke Telaga Ngebel sebanyak 25 persen,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Rabu (17/04/2024).
Berdasarkan data dari Disbudparpora Kabupaten Ponorogo, kunjungan wisatawan saat libur lebaran tahun 2023, sebanyak 12.469 orang. Sedangkan untuk libur lebaran tahun 2024 ini, jumlah kunjungan wisatawan naik. Dari 12.469 orang di libur lebaran tahun lalu, kini libur lebaran tahun 2024 jumlahnya mencapai 15.620 orang. “Jadi kenaikan kunjungan wisatawan 25 persen itu, jika dibandingkan kunjungan wisatawan di libur lebaran tahun 2023 lalu,” katanya.
Peningkatan kunjungan wisatawan ke Telaga Ngebel saat libur lebaran itu, juga berbanding lurus dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan selama libur lebaran tahun 2024 ini. Saat hari libur lebaran ini, tercatat pendapatan dari retribusi tiket masuk ke kawasan Telaga Ngebel sebanyak Rp234 juta. “Pendapatan dari kunjungan wisatawan selama libur lebaran tahun ini sebanyak Rp234 juta,” kata Judha.
Tren positif kunjungan wisatawan ini, kata Judha akan melecut lagi dinasnya untuk berupaya menambah daya tarik wisata di Telaga Ngebel. Selain wahana air mancur menari dan penampilan live musik di tribun yang baru dibangun, Disbudparpora bakal menambah daya tarik wisata baru di sana. Rencananya akan ditambah balon udara dan pembangunan jembatan kaca. Selain itu, pihaknya juga terus berupaya untuk menggaet investor untuk diajak kerjasama. “Kita juga berupaya untuk menawarkan kerjasama kepada investor. Kita ingin mereka berinvestasi di sektor wisata di Ponorogo,” pungkasnya. (end/kun)






