Surabaya (beritajatim.com) – Lomba mirip rektor mewarnai malam puncak Ramadan Carnival 2024 Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Di situ, sejumlah orang impersonate Prof Nurhasan, Rektor Unesa.
Lomba ini tidak hanya diikuti mahasiswa, tetapi juga dosen Unesa. Dalam kompetisi ini, peserta menirukan gaya khas yang melekat Cak Hasan, baik dari gaya berpakaian, gaya bicara sampai gaya berjalan.
Lomba mirip ini disaksikan langsung oleh Cak Hasan. Lalu sebagai dewan jurinya dipimpin langsung oleh sang istri, Endah Purnomowati Nurhasan, yang merupakan ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unesa.
Selain itu, penilaian juga dilakukan oleh jajaran dekan dan direktur kampus Unesa. Saat lomba dimulai, satu persatu peserta yang sudah siap dari awal langsung menunjukkan kemiripannya dengan Cak Hasan.
Masing-masing peserta tampil dengan sepatu binekanya alias sepatu beda warna, celana jeans, jaket dan bertopi khas Cak Hasan. Selain, itu, juga menirukan gaya berfoto dengan melipat tangan di depan dada, tangan mengepal dan gaya satu langkah di depan dengan mengacungkan telunjuk simbol angka 1.
Dari sekian banyak peserta, tiga terbaik dinyatakan sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah yang diserahkan langsung Endah Purnomowati Nurhasan.
Cak Hasan pun mengapresiasi upaya yang ditunjukkan para peserta. Menurutnya, setiap orang memiliki gaya sesuai kenyamanan dan nilainya. Bagi dia, sepatu bineka memiliki makna tersendiri.
“Dua pasang sepatu seperti kehidupan yang menggambarkan kerja sama dan sinergisitas untuk mencapai arah yang dituju. Keduanya punya fungsi yang sama di posisi yang berbeda yaitu sama-sama melangkah dan menopang,” ujar Cak Hasan, Sabtu (30/3/2024).
Menurutnya, dengan kebersamaan dalam keberagaman itulah yang dapat membuat masyarakat dan bangsa Indonesia menjadi negara yang maju dan unggul. Ia menilai, keberagaman Indonesia terlalu mahal harganya, karena itu perlu dirawat dan dijaga bersama.
“Saya bangga mengenakan sepatu bineka di berbagai kesempatan bahkan ketika diundang Presiden Jokowi di Istana Negara. Maksud saya, sepatu bineka ini sebagai pengingat sekaligus ajakan bagi diri sendiri akan keberagaman kita,” katanya. [ipl/suf]






