Ponorogo (beritajatim.com) – Pemandangan alam yang indah. Itulah yang menggambarkan asyiknya ngabuburit di puncak Kuik, Gunung Gajah di Ponorogo. Sensasi yang dirasakan sungguh luarbiasa, menanti buka puasa dengan disuguhi alam yang masih asri dan alami. Udara sejuk dan segar membuat tak terasa menanti beduk magrib. Kala senja tiba, anda akan disuguhi oleh gemerlap lampu di kota atas puncak Gunung Gajah.
Gunung Gajah berada di Desa Njrakah Kecamatan Sambit atau berjarak 23 kilometer dari pusat Kota Ponorogo. Bagi yang bosan dengan kegiatan ngabuburit di tengah kota dan hiruk pikuknya, ada baiknya mencoba ngabuburit di puncak Kuik Gunung Gajah. Sebuah gunung yang masih asri dan alami dengan pepohonan pinus di bawahnya.
Untuk mencapai gunung dengan ketinggian sekitar 1.200 meter diatas permukaan laut itu, harus siap mental dan kendaraan yang dalam keadaan sehat. Sebab, untuk menuju gunung ini, harus melewati jalan terjal dan penuh bebatuan.
Meski membutuhkan perjuangan ektra, namun rasa lelah dan adrenalin tinggi saat perjalanan akan terbayar jika sudah sampai lokasi. Sebab, sebatas mata memandang, akan disuguhi oleh keindahan alam dari atas gunung. Bahkan bisa melihat seluruh Kota Ponorogo. Kalau untuk anak muda sekarang, biasa disebut instagramable.
“Bosan ngabuburit di kota terus, ini mencoba tempat yang baru,” kata Setyo Budiono, salah satu warga Ponorogo yang mencoba ngabuburit di puncak Kuik Gunung Gajah, Sabtu (30/03/2024).
Budi mengaku berangkat ngabuburit di Gunung Gajah dengan 4 kawannya. Mereka ingin sesuatu yang berbeda. Akhirnya dipilih puncak Gunung Gajah yang memberikan udara yang sejuk dan dikelilingi pohon cemara. “Tadi sebum buka, kita masak dulu. Jadi ya tadi peralatan masak dan bahan makanan,” pungkasnya. (end/kun)






