Kediri (beritajatim.com) – Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri mengadakan acara silaturahmi dan buka bersama Ramadhan 1445 Hijriah, pada Selasa (26/3/2024). Dalam acara tahunan ini, juga diisi dengan santunan anak yatim dan kaum duafa serta tausiah agama.
Ketua DPD LDII Kota Kediri H. Agung Riyanto mengatakan, acara buka bersama Pondok Wali Barokah ini merupakan agenda rutin setiap tahun di bulan suci Ramadhan.
“Tujuannya adalah sebagai upaya meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan sekaligus berbagai dengan anak-anak yatim dan duafa sebagai wujud kontribusi positif dari Pondok Wali Barokah,” katanya.
Kegiatan ini, imbuh dia, sebagai media untuk menjalin silaturahmi dan memperkukuh ukhuwah sekaligus komitmen bersama untuk mewujudkan Kota Kediri yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kebersamaan, kerukunan dan kekompakan menjadi kota yang kondusif, harmoni, aman, tenteram, damai, maju dan sejahtera.
“Kita patuh bersyukur dan bangga Kota Kediri masih masuk 10 besar indeks Kota Toleran 2023 di urutan ke-7, semoga penilaian indeks Kota Toleran 2024 bisa lebih baik lagi,” pintanya.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri Bagus Alit juga menyampaikan tentang predikat Kota Kediri yang sudah berhasil mempertahankan predikat 10 besar kota paling toleran di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Kediri terus berkomitmen dalam menjaga dan menjunjung tinggi kerukunan umat beragama.
“Saya berterima kasih dan apresiasi kepada Ponpes Wali Barokah dan LDII yang selama ini ikut berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan toleransi di tingkat masyarakat,” ungkapnya.
Dirinya berharap kerukunan di Kota Kediri yang sudah berjalan baik terus diturunkan kepada generasi penerus. Sehingga Kota Kediri tetap menjadi kota yang layak huni dan nyaman untuk dihuni dan dikunjungi oleh siapa pun.
“Ponpes Wali Barokah menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang telah berkontribusi dalam melahirkan generasi muda berilmu dan berakhlakul karimah. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam membangun menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing untuk merespons berbagai tantangan yang semakin dinamis,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bagus Alit berharap, agenda santunan kepada anak yatim dan kaum duafa bermanfaat dan berkah bagi semuanya. Pintanya, kebiasaan menyantuni anak yatim bisa berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadhan saja.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah agama oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri Moh. Qoyyim. Kemudian diteruskan dengan santunan terhadap anak yatim dan duafa. Ada 100 anak yatim dari Pantai Asuhan NU, Muhammadiyah dan anak-anak yatim di lingkungan Pondok Pesantren Wali Barokah dan sekitarnya yang menerima santunan. Sementara untuk santunan kaum duafa sejumlah 700 paket.
Hadir dalam acara buka bersama ini, Forkopimda Kota Kediri, Ketua Yayasan Wali Barokah H. Achmad Fawwaz Abd. Aziz, Ketua Ponpes Wali Barokah Drs. H. Sunarto, Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Jalil dan Ketua PD Muhammadiyah Kota Kediri KH. Achmad Khoiruddin.
Selanjutnya Organisasi Pemerintah Daerah (OPD)/Dinas terkait, Muspika dan KUA tiga kecamatan serta 3 pilar kelurahan, Anggota PAUB, FKUB dan para pengasuh ponpes, HDCI, PTK, Goweser, Pencak Silat, anak yatim dan kaum dhuafa serta para santri. [nm/ian]






