Gresik (beritajatim.com) – Kasus Pembunuhan yang dialami Wardatun Toyibah (28) warga asal Desa Ima’an, Kecamatan Dukun, Gresik, masih menyimpan misteri. Pasalnya, sampai saat ini aparat kepolisian setempat belum menetapkan siapa tersangka. Meski ada dugaan kuat perempuan tersebut menjadi korban perampokan.
Berbagai kendala sempat menghambat proses penyelidikan yang tengah dilakukan Satreskrim Polres Gresik. Mulai dari ketidaktahuan Mahfud, suami korban atas peristiwa yang menimpa istrinya. Hingga tempat kejadian perkara (TKP) yang sudah rusak, lantaran korban sudah dimandikan dan tempat kejadian perkara yang sudah bersih.
“Sewaktu kejadian suami korban mengaku tertidur dan tidak tahu ciri-ciri pelaku. Hal inilah yang sedang kami dalami,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Rabu (20/03/2024).
Meski ada kendala, polisi sudah melakukan pemeriksaan para saksi-saksi. Sehingga, mulai ada gambaran peristiwa yang terjadi. Mulai dari putri korban, tetangga, saksi lainnya yang berada di sekitar lokasi maupun akses masuk jalan ke rumah korban.
“Kasusnya sudah naik penyidikan, saat ini kami masih berusaha menggali keterangan lainnya. Tim masih terus bekerja untuk mengungkap kasus ini,” ungkapnya.
Kendati sudah melakukan penyidikan, Alumnus Akpol 2015 itu masih menyimpan rapat-rapat hasilnya. Ini karena berkaitan dengan penyidikan yang tengah berjalan.
“Untuk perkembangannya akan segera kami sampaikan secara lengkap. Untuk saat ini, kami memohon waktu untuk proses penyidikan lebih lanjut,” paparnya.
Sebelumnya, suami korban Mahfud memberikan keterangan yang cukup menghambat proses penyidikan. Lantaran sempat mengira bahwa istrinya merupakan korban bunuh diri. Bahkan, pihak keluarga membersihkan seluruh tempat kejadian perkara hingga petugas kesulitan menggali petunjuk siapa dibalik pembunuhan ini. [dny/ian]






