Surabaya (beritajatim.com)– Idral Harits Sabban (17), seorang remaja asal Desa Wahai, Maluku Tengah, telah 17 tahun hidup dengan kondisi kulit melepuh akibat penyakit Sups Harlequien atau Dermolisis Bulosa. Berkat kepedulian Menteri Sosial Tri Rismaharini, Idral akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berobat di Jakarta.
Informasi tentang Idral pertama kali dilaporkan oleh pendamping sosial ke Command Center 171 Kemensos dan ditindaklanjuti oleh Sentra Meohai di Kendari. Kemensos kemudian memindahkan Idral ke Jakarta untuk mendapatkan pengobatan yang lebih optimal.
Idral yang kini berusia 17 tahun memiliki tinggi badan 130 cm dan berat badan 25 kg. Kondisinya ini membuatnya sering dirundung di sekolah. Namun, Idral tidak patah semangat dan selalu berusaha berprestasi. Ia bahkan selalu mendapat peringkat tiga besar di sekolahnya.
Semangat Idral untuk melanjutkan pendidikan mendapat perhatian serius dari Kemensos. Fepi Rubianti, Kepala Sentra Meohai, mengatakan bahwa Kemensos akan memfasilitasi akses pendidikan lanjutan bagi Idral. “Sekarang sudah kelas 12, sebentar lagi akan masuk kuliah. Akan kami fasilitasi untuk lanjut kuliah,” kata Fepi.
Sebelum dirujuk ke Poliklinik Dermatologi Pedriatik RSCM Jakarta, Kemensos sempat merujuk Idral ke dua rumah sakit di Ambon. Saat ini, Idral sedang menjalani perawatan di RSCM dan Kemensos menanggung biaya akomodasi selama pengobatan.
Sebelumnya, Kemensos juga telah memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa bantuan pemenuhan hidup layak dan perlengkapan perawatan luka pada kulit. Rencananya, ibu kandung Idral akan diberikan bantuan kewirausahaan setelah perawatan selesai.
Kemensos juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar Idral dan keluarganya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan bisa mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).
Kisah Idral menunjukkan kepedulian Kemensos terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang mengalami kondisi kesehatan yang kompleks dan membutuhkan bantuan untuk pengobatan dan pendidikan. [ADV]






