Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) memberikan pelatihan penguatan materi esensial implementasi kurikulum merdeka (IKM) bagi SMK negeri dan swasta di Jatim.
Ada 115 peserta dari Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan, pengawas SMK dan perwakilan SMK negeri dan swasta di Jatim yang mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi Numerasi dan Literasi IKM Tahap 1 jenjang SMK tersebut.
Kadindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan bahwa IKM adalah hal penting bagi pendidikan. Namun, bagaimana guru mampu melakukan upgrade skill siswa sesuai kebutuhan juga tak kalah pentingnya.
“Qdanya IKM SMK ini kami harapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang siap menghadapi dunia era modern dan memiliki inovasi sesuai dengan minat dan bakat,” kata Aries, Selasa (19/3/2024).
Baginya, siswa perlu diberikan ruang untuk mendalami minat dan bakatnya, serta diberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Ia menilai jika kurikulum merdeka juga cukup fleksibel. Sebab, berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter serta kompetensi murid, dan student centered learning atau berfokus pada siswa.
Aries mengungkapkan, dari total 2.160 SMK di Jatim, pada tahap 1 penerapan kurikulum merdeka tahun 2022/2023 terdapat 1.333 lembaga. Di tahap 2, ada 1.450 lembaga, dan tahap akhir Jatim sudah menerapkan Kurikulum Merdeka secara keseluruhan dalam kategori Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.
“Saya harapkan ini tidak hanya sekedar angka. Bapak dan ibu punya tugas dan tanggungjawab besar meningkatkan pendidikan berkualitas, dan menyiapkan lulusan siap kerja sesuai dengan kebutuhan IDUKA,” tuturnya. [ipl/ian]






