Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Disdik Jatim) meluncurkan Program Terapan Ekonomi untuk Guru (Proteg) sebagai memberdayakan guru honorer di jenjang SMA/SMK/SLB.
Program Proteg ini bertujuan meningkatkan taraf ekonomi guru honorer atau guru tidak tetap (GTT), dan menjawab kesenjangan pendapatan antara guru honorer dan guru tetap. Program ini bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa banyak guru honorer masih menerima upah di bawah upah minimum, sehingga keterampilan tambahan di bidang kewirausahaan sangat diperlukan.
Aries berharap peserta program Proteg serius mengikuti pelatihan agar dapat segera memulai usaha startup di bidang ekonomi kreatif setelah pelatihan selesai.
“Program ini harus aplikatif, bukan sekadar teoritis, karena untuk menjadi startup, kita harus memulai bisnis,” ujarnya, Selasa (30/9/2024).
Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dindik Jatim Ety Prawesti menjelaskan bahwa kurikulum Proteg dirancang dengan tiga landasan utama.
Pertama, pola pikir kreatif (mindset), kedua keterampilan teknis (skillset), dan ketiga, alat serta teknologi (toolset) untuk pengembangan usaha. Pendekatan pelatihan berfokus pada pengalaman peserta melalui orientasi, latihan, dan umpan balik.
Target program ini adalah minimal 15 persen peserta dapat mencapai tahap startup dalam enam bulan setelah pelatihan. Di Jatim, ada sekitar 4.684 guru honorer, dan pada tahap awal, 200 di antaranya akan mengikuti program.
Pelatihan akan dimulai pada 3 Oktober 2024, dengan fokus pada ekonomi kreatif, pengembangan ide bisnis, dan keterampilan digital kewirausahaan.
Ety menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kesejahteraan ekonomi guru, tetapi juga sebagai kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian ekonomi, serta menjadi teladan bagi siswa. [ipl/beq]







1 Komentar
Bagaimana caranya guru bisa ikut program tersebut, dimana mendaftarnya