Mojokerto (beritajatim.com) – Mewakili Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik di Ruang Jawa 1, Kantor Bappeda Litbang Kota Mojokerto, Kamis (13/3/2024).
Musrenbang kali ini mengambil tema ‘Anak, Perempuan dan Disabilitas’. Musrenbang tematik merupakan wujud perencanaan pembangunan dengan pendekatan pembangunan inklusif yang mengikutsertakan semua orang dengan perbedaaan berbagai latar belakang, karakteristik, kemampuan, serta kondisi setiap individu.
“Dengan tersebut berarti dalam pembangunan tahun 2025 di Kota Mojokerto, tiga hal tersebut menjadi hal yang menjadi prioritas. Musrenbang tematik tidak hanya sebatas memenuhi regulasi tetapi dapat melahirkan sebuah strategi, kebijakan dan program yang konkret dalam rangka membangun anak, perempuan dan disabilitas,” terangnya.
Regulasi terkait anak, perempuan dan disabilitas harus dipahami oleh setiap perangkat daerah, baik itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu maupun OPD terkait. Sekdakot menegaskan, setiap OPD harus tahu apa hak-haknya agar bisa menyusun kebijaan dan programnya.
Sementara itu,nKepala Bappeda Litbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono menjelaskan, jika Musrenbang tematik melibatkan tidak hanya perangkat daerah tetapi juga forum anak, anggota organisasi wanita serta komunitas penyandang disabilitas.
“Musrenbang Tematik bermaksud untuk mengidentifikasi kebutuhan dan aspirasi pembangunan dari kelompok anak, perempuan dan penyandang disabilitas, untuk mewujudkan pembangunan yang ramah terhadap anak, perempuan dan penyandang disabilitas,” pungkasnya.
Musrenbang Tematik merupakan rangkaian dari perencaan pembangunan di Kota Mojokerto. Dimana usulan dalam forum ini akan disatukan dengan program-program pembangunan dan disinergikan dalam Musrenbang RKPD tingkat kota. [tin/kun]






