Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang akhir bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia bersiap-siap menyambut malam paling dinanti-nanti dalam setahun yaitu malam Lailatul Qadr.
Lailatul Qadr, yang berasal dari bahasa Arab yang berarti “Malam Kekuasaan” atau “Malam Ketetapan”, dianggap sebagai malam yang penuh berkah karena umat Islam percaya bahwa segala hal yang akan terjadi dalam tahun berikutnya ditetapkan pada malam ini.
Oleh karena itu, umat Islam dihimbau untuk melakukan ibadah dan berdoa sebanyak mungkin selama malam tersebut karena dianggap waktu yang istimewa di mana doa-doa mereka lebih mungkin dikabulkan.
Lailatul Qadr juga dikenal sebagai “Malam Kehormatan” atau “Kemuliaan” karena dalam melakukan ibadah yang tulus pada malam itu, seseorang dapat meningkatkan status dan kehormatannya di hadapan Allah.
Kapan Lailatul Qadr?
Meskipun banyak orang meyakini bahwa Lailatul Qadr jatuh pada malam ke-27 Ramadan, ulama menegaskan bahwa malam suci ini dapat jatuh pada malam ganjil mana pun dalam sepuluh malam terakhir Ramadan.
Hal ini didasarkan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad saw: “Carilah (Lailatul Qadr) di sepuluh malam terakhir.”
Ini berarti Laylatul Qadr bisa jatuh pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Apa yang Disebut Al-Quran tentang Laylatul Qadr?
Al-Quran memiliki sebuah surah yang khusus mengungkapkan keistimewaan malam Lailatul Qadr. Dalam surah ke-97 Al-Quran, Allah berfirman: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan, pada malam itu para malaikat dan Ruh turun berulang-ulang dengan izin Allah SWT untuk mengerjakan segala pekerjaan.”
Umat Islam percaya bahwa melakukan amal baik atau ibadah pada malam ini setara dengan melakukannya selama lebih dari seribu bulan atau lebih dari 83 tahun.
Surah ini juga mengungkapkan bahwa ayat-ayat pertama Al-Quran diturunkan ke bumi dari langit dan dibacakan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad (saw) pada malam Lailatul Qadr.
Apa yang Dilakukan Umat Islam pada Malam Lailatul Qadr?
Malam dimulai pada saat salat magrib (matahari terbenam), dan beberapa ibadah yang dilakukan selama malam tersebut antara lain:
1. Shalat: Umat Islam sering menghabiskan sebagian besar malam untuk mengambil bagian dalam shalat malam berjamaah, yang juga disebut tarawih dan qiyam al-lail.
2. Doa – Permohonan: Doa merupakan sarana untuk memohon pengampunan, bimbingan, dan pertolongan dari Allah, dan umat Islam memanfaatkan malam Lailatul Qadr untuk memperbanyak doa.
3. Quran – Membaca dan menghafal Al-Quran dianggap sebagai salah satu pahala terbesar dalam Islam, sehingga umat Islam menggunakan 10 malam terakhir Ramadan untuk mencoba menyelesaikannya.
4. Sedekah – Memberi kepada mereka yang membutuhkan adalah tindakan ibadah penting yang didorong terus menerus dalam Al-Quran dan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dengan menghayati makna dan keistimewaan malam Lailatul Qadr serta melakukan ibadah dengan penuh kekhusyukan, umat Islam berharap mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. [ian]






