Mojokerto (beritajatim.com) – Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro mengajak untuk meningkatkan keimanan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1445 H. Hal tersebut disampaikan saat acara Megengan Mas Pj bersama Prameswari, Juru Pungut Restribusi dan Satgas Pangan di Pendopo Rumah Rakyat.
“Megengan merupakan sebuah tradisi yang mengajarkan kita kepada sebuah keluhuran. Ini tradisi Jawa, masih banyak berkembang di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Megengan itu, kalau bahasa Jawa, ngempet. Ngempet itu menahan diri,” ungkapnya dalam sambutannya, Minggu (10/3/2024).
Masih kata orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini, megengan adalah sebuah pertanda akan memasuki bulan suci Ramadhan. Mas Pj (sapaan akrab, red) menjelaskan jika tradisi megengan dilakukan saat malam hari yang sebelumnya didahului dengan tradisi nyekar ke makam.
BACA JUGA:Awali Hari Jadi ke-1220, Pemkab Kediri Ambil Air dari 7 Sumber
“Tapi hari ini, mungkin agak berbeda. Mungkin ada modifikasi dan disesuaikan dengan keadaan, kita hari ini berkumpul di pendopo. Kalau dulu megengan dilakukan kalau tidak di masjid, ya di langgar. Tapi hari ini, kita berkumpul di sini dan yang paling penting dalam sebuah megengan itu ada apem,” katanya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur ini menjelaskan, kue apem dalam bahasa Arab yakni Afwan yang berarti meminta maaf. Mas Pj mengajak semua yang hadir untuk meningkatkan keimanan sebelum masuk bulan suci Ramadhan 1445 H.
“Kita mensucikan diri, meminta maaf sebelum bulan suci Ramadhan. Dan hari ini, saya ingin mengajak panjenengan semua sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, ini adalah sebuah momentum agar kita kembali meningkatkan keimanan kita sekaligus ini bagian untuk meningkatkan kesalehan sosial,” lanjutnya.
Mas Pj menjelaskan, jika angka kesalehan sosial Kota Mojokerto di angka 95,08 persen. Menurutnya hal tersebut sebagai pertanda, tidak hanya ukhuwah islamiyah bagus tapi juga ukhuwah wathaniyah juga bagus. Ia berharap ukhuwah insaniyah Kota Mojokerto juga bagus.
“Ini harus terus kita tingkatkan. Dan yang tidak kalah pentingnya, di depan saya ini petugas-petugasnya masih muda semua, saya pikir ini generasi Z tentu semangatnya luar biasa. Saya berpesan jangan lelah untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi Kota Mojokerto,” ujarnya.
Mas Pj memaparkan jika saat ini, Pemkot Mojokerto tengah disibukkan dengan tiga hal. Yakni ketersediaan pangan di masyarakat, waspada agar sepanjang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tidak terjadi kenaikan harga yang memicu inflasi dan bencana.
“Mojokerto ini Kota kecil tapi posisinya memang dibawah permukaan air laut, banyak daerah kita ini daerah cekungan. Kalau kita menghadapi hujan, kalau hanya dari atas, hujan yang turun dari atas, insya Allah kita masih bisa mengandalkan pompa air yang tersebar di kecamatan,” paparnya.
Namun, lanjut Mas Pj, jika terjadi hujan deras di semua wilayah maka aliran mengalir ke tempat lebih rendah. Dalam hal ini Kota Mojokerto. Beberapa waktu lalu, delapan lingkungan di empat kelurahan terdampak banjir kiriman dari wilayah tetangga yakni Kabupaten Mojokerto.
“Tadi malam, kita terdampak sekitar ada 2 Kelurahan yakni Kelurahan Surodinawan dan Kelurahan Blooto. Alhamdulillah berkat sinergitas semua pihak, permasalahan-permasalahan itu bisa kita antisipasi dan selesaikan bersama. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras, kerja ikhlas yang panjenengan berikan untuk Kota Mojokerto,” urainya.
BACA JUGA:6 Rekomendasi Tempat Sarapan di Ponorogo, Cita Rasa yang Khas
Mas Pj berharap, kebaikan dan kontribusi yang sudah diberikan kepada Kota Mojokerto agar terus ditingkatkan. Hal tersebut demi kemajuan dan kemaslahatan yang ada di Kota Mojokerto. Mas Pj menutup sambutan dengan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa suci Ramadhan 1445 H.
“Saya mohon maaf lahir batin. Saya doakan kita semua diberikan kesehatan sampai dengan Ramadhan-Ramadhan kedepan. Dan saya doakan seluruh amalan yang akan kita lakukan nanti, sholat kita, tarawih kita, taharus kita, witir kita dan di 10 hari terakhir, kita semua bisa mendapatkan malam lailtul qodar atau 1.000 malam kebaikan,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, Asisten Pemerintah dan Pembangunan Setda Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo, Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Kota Mojokerto, dr Farida Mariana dan Kabag Kesra Kota Mojokerto, Iwandoko. Tauziah sendiri disampaikan oleh KH Shodikin Marjukon. [tin/adv]







