Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menghidupkan program Jember Bershodaqoh (J-Bershodaqoh) untuk memperkuat daya beli masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur.
J-Bershodaqoh dilakukan secara bergiliran sejak Kamis (22/2/2024) dan diawali di Kecamatan Sukorambi. Rencananya kegiatan tersebut akan berlangsung hingga Mei 2024. Sejumlah dusun di Kecamatan Tanggul menjadi sasaran pelaksanaan J-Bershodaqoh, Jumat (23/2/2024).
“Gerakan ini gerakan bagi-bagi. Mereka yang mendapatkan bantuan juga harus bersedekah untuk (warga) yang lain (yang belum mendapat bantuan),” kata Bupati Hendy.
Melalui J-Bershodaqoh, Hendy mengajak seluruh instansi dan warga yang mampu secara ekonomi. “Bersedekah itu mencegah bencana dan menyelamatkan kita. Bersedekah meningkatkan takwa dan keimanan kita,” katanya.
Tujuan kedua, lanjut Hendy, adalah meningkatkan silaturahmi dan gotong royong. “Ketiga, pengendalian inflasi. Bersedekah ini juga bagian dari ekonomi kerakyatan. Ada makna besarnya. Jadi kita melakukan stabilisasi harga dan daya beli melalui bersedekah. Pada saat harga-harga barang naik, kita malah bersedekah,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan J-Bershodaqoh, Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim, paket makanan tambahan kepada ibu hamil dan balita stunting, paket sembako untuk warga lanjut usia, perbaikan rumah sederhana untuk rumah nonpermanen. [wir]






