Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 60 mahasiswa dari dua negara di Asia mengikuti Joint Immersion Program 2024 di Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya selama tiga hari mulai 19 hingga 21 Februari 2024.
Ketua Panitia Joint Immersion Dr Yusita Kusumarini mengatakan, puluhan mahasiswa dari empat negara dari benua kuning tersebut dikenalkan dengan produk fashion berkonsep zero waste.
“Program ini untuk memberi gambaran tentang Indonesia, baik itu sejarah, geografi, lingkungan, bisnis dan perekonomian, generasi muda, masyarakat, hingga budaya,” kata Yusita, Rabu (21/2/2024).
Kegiatan dalam event ini juga cukup variatif, mulai dari permainan, pertunjukan, kunjungan industri, dan dialog antar mahasiswa. Peserta juga mendapat materi yang berhubungan dengan isu keberlanjutan.
Dengan begitu, lanjut Kepala LPPM UK Petra Surabaya tersebut, kolaborasi internasional ini akan dapat berpartisipasi aktif dalam merespon Sustainable Development Goals (SDGs).
“Maka dari itu tak heran jika salah satu kegiatannya nanti ada yang membuat produk zero waste,” tuturnya.
Adapun 60 mahasiswa peserta program ini terdiri dari 10 mahasiswa UK Petra Surabaya, 10 mahasiswa Universitas Airlangga, 10 mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, dan 30 mahasiswa Ngee Ann Polytechnic Singapore.
Fashion Show Hasil Kolaborasi Mahasiswa 2 Negara di Benua Asia
Dalam program ini, para peserta juga melakukan praktik bertajuk ‘Making Zero Waste Pattern Outer’ yang dibawakan oleh Dosen Textile and Fashion Design UK Petra Surabaya Dibya Adipranata Hody.
Praktik ini memanfaatkan sisa produksi busana batik Bali pada oversized outer. Pendekatannya memakai zero waste dengan penekanan pada perancangan pola yang efisien, khususnya dalam penggunaan bahan kombinasi katun dan lurik.
Peserta diajak membuat fabric yoyo, yaitu sisa kain yang dibuat menjadi sebuah ornamen cantik berbentuk lingkaran serupa yoyo. Ornamen itu nantinya dijahit pada outer yang telah disiapkan sebelumnya.
“Mahasiswa diajak fokus membuat bahan yang praktis, namun tetap memikat secara visual. Ini mencerminkan bahwa kita bisa mulai dari hal sederhana, yang terpenting kita ikut secara aktif dan berkontribusi dalam mengurangi limbah tekstil,” tambah Dibya.
Hasil karya para mahasiswa itu pun dipamerkan dalam fashion show. Sebanyak 60 looks yang apik dan original hasil karya mereka sendiri, ditampilkan di selasar gedung Q lantai 3 Kampus UK Petra.
“Ini juga menandai penutupan acara Immersion di kampus UK Petra Surabaya, untuk kemudian dilanjutkan ke kampus lainnya,” tandasnya. [ipl/ian]






