Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menawarkan pendidikan bisnis berstandar internasional lewat Petra Business School. Perkuliahan di program ini cukup ditempuh dalam waktu 3 tahun saja.
Director Petra Business School (PBS) Devie Deviesa mengatakan, PBS dibentuk untuk mengenalkan dan membangun konsep berkelanjutan dalam menciptakan pebisnis dan global leaders yang peduli masa depan.
“Globalisasi dan teknologi adalah dua kata penting yang membuat dunia semakin kecil. Menjadi penonton atau aktor tergantung pola pikir seseorang. Karena itu, pilihan di mana pola pikir tersebut akan diasah sangatlah penting,” kata Devie, Sabtu (27/7/2024).
PBS mengangkat sistem internasional Pathway. Artinya, setiap mahasiswa diberi fasilitas untuk mendapat pengalaman dan pengakuan secara internasional dari universitas luar negeri bereputasi mitra PBS UK Petra.
Kesempatan itu diperoleh melalui dua path (jalur) internasional, yakni Study Abroad dan Dual Degree yang bisa mereka pilih di tahun ketiga perkuliahan. Ada 4 jurusan yang terbagi menjadi dua bidang, yakni Manajemen dan Akuntansi.
Head of International Management Pathway R. Shanti Darsih Ottemoesoe menerangkan, di bidang Manajemen, terdapat Global Entrepreneurship & Innovation Program (GEIN) dan Leadership & International Strategy Program (LEIS).
Di bidang Akuntansi ada Applied Accounting Program (APAC) dan Applied Finance Program (ApFi). Menariknya, di PBS UK Petra mahasiswa bisa menyelesaikan perkuliahan jenjang S1 dalam waktu 3 tahun saja.
“Dua tahun pertama mereka akan kuliah di PBS (Fairway Nine, Surabaya), dan satu tahun di luar negeri. Namun durasi perkuliahan di luar negeri ini akan disesuaikan dengan kebijakan setiap universitas yang dituju (khusus untuk dual degree),” terang Shanti.
Perkuliahan PBS UK Petra Surabaya fokus pada topik dan konten isu-isu keberlanjutan, menyiapkan tenaga pengajar yang merupakan dosen UK Petra, dosen asing, dan praktisi yang menjunjung nilai-nilai sustainability.
“Kami berharap lewat PBS, para mahasiswa nantinya mampu menjadi business leader dan entrepreneur global yang tidak hanya fokus pada kepentingan diri sendiri, tapi beyond profit,” harap Shanti. [ipl/ian]






