Tulungagung (beritajatim.com) – Petani dari Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri ramai-ramai tebus murah pupuk non subsidi di program Gebyar Diskon Pupuk 2024. Program ini digelar PT. Petrokimia Gresik di Gudang Pupuk Penyangga (GPP) yang berlokasi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan pupuk baik subsidi maupun non subsidi pada musim tanam awal 2024. Pupuk Indonesia mengadakan rangkaian Gebyar Diskon Pupuk 2024 pada 43 titik, salah satunya di Tulungagung.
“Agar petani tidak kehilangan momen musim tanam satu. Sementara menunggu tambahan anggaran subsidi dari pemerintah, kami berinisiasi memberikan diskon kepada petani-petani semua sebesar 40 persen,” ungkap Robby Setiabudi Madjid, pada Senin (12/2/2024).
Dalam Gebyar Diskon Pupuk 2024 di Tulungagung ini, Pupuk Indonesia menyediakan pupuk non subsidi sebanyak 400 ton. Terdiri dari pupuk Urea Non Subsidi (Nitrea) sebesar 200 ton, serta NPK Phonska Plus sebanyak 200 ton.
“Pupuk Nitrea 25 kilogram (kg) dan pupuk NPK Phonska Plus 25 kg, biasanya harganya Rp450 ribu, khusus hari ini hanya bisa ditebus Rp270 ribu,” tambah Robby Setiabdi Madjid.
Menurut Robby, program tebus murah ini menggunakan mekanisme pembagian voucher kepada petani. Dari total 400 ton pupuk non subsidi tersebut, Pupuk Indonesia membagikan 8.000 voucher, terdiri dari 4.000 kupon untuk petani di Tulungagung dan 4.000 kupon bagi petani dari Kabupaten Kediri.
Untuk bisa mengikuti program ini, petani hanya cukup menunjukkan voucher tersebut dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli. Mereka kemudian mengantre pembelian satu paket pupuk non subsidi seharga Rp270 ribu di GPP Petrokimia Gresik di Kabupaten Tulungagung yang ada di Kecamatan Ngantru.
“Ini inisiatif dari kami, karena anggaran subsidi pupuk yang tersedia tahun ini secara kuantum lebih rendah dari tahun lalu. Tapi, Alhamdulillah pemerintah memberi sinyal akan menambah anggaran subsidi pupuk. Kami ikut mensupport dengan program gebyar diskon ini pada 43 titik,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Drs. Suyanto, MM berterima kasih sekaligus bersyukur dengan adanya Gebyar Diskon Pupuk 2024 ini. Pihaknya berharap, bisa mengurangi beban petani dalam mengantisipasi kekurangan pupuk subsidi, sehingga bisa menambah hasil produksi.
“Melalui kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik untuk peningatan kesejahteraan petani. Sebagaimana diketahui pupuk adalah sarana produksi dalam meningkatkan produksi pertanian, oleh karena itu ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau oleh petani sangatlah penting,” terangnya.
Hal senada dikatakan Budi, petani asal Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Dia merasa sangat terbantu dengan adanya tebus murah pupuk non subsidi ini, karena bisa mengurangi biaya produksi pertanian.
“Lumayan dapat diskon 40 persen. Bisa untuk menghemat biaya produksi. Ini akan saya pakai untuk memupuk tanaman padi dan mentimun,” terang Budi usai melakukan tebus murah pupuk non subsidi tersebut.
Diketahui, pertanian merupakan sektor yang memiliki kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Setiap tahunnya, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 triliun untuk program subsidi pupuk.
Pada tahun 2024, Pemerintah berencana menambah alokasi subsidi pupuk sebesar Rp14 triliun agar semakin banyak petani yang mendapat pupuk bersubsidi. Pemerintah juga mempermudah mekanisme penebusan pupuk bersubsidi hanya dengan KTP.
Dalam menjaga ketersediaan pupuk, Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian melalui Pupuk Indonesia menggelar program Gebyar Diskon Pupuk di berbagai kota/kabupaten selama bulan Januari sampai dengan Februari 2024.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi dengan cara melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah sentra pertanian.
Hingga tanggal 4 Februari 2024 ketersediaan pupuk bersubsidi dan pupuk nonsubsidi tercatat sebesar 1.936.489 ton atau setara sekitar 200 persen dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan Pemerintah. Adapun angka stok ini terdiri dari pupuk bersubsidi sebesar 1.329.295 ton dan pupuk non subsidi sebesar 607.407 ton. [nm/beq]






