Surabaya (beritajatim.com) – Tinggal beberapa hari lagi menuju hari pemilihan presiden. Apakah Pilpres kali ini akan selesai di putaran pertama saja? Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan dan menimbulkan kegelisahan di banyak pihak.
“Untuk menjawabnya, kita bisa melihat data survei terbaru yang sudah dipublikasikan oleh LSI Denny JA” kata Denny JA dalam keterangannya melalu laman facebook.
Dari survei yang dilakukan pada tanggal 26 Januari sampai 6 Februari, Prabowo Gibran sudah mencapai 53,5% elektabilitas. Angka ini sangat tinggi.
Selain itu, angka untuk Anies-Muhaimin adalah 21,7% dan Ganjar Mahfud adalah 19,2%. Sisanya 5,6% adalah pemilih yang belum menentukan pilihan, rahasia, atau tidak sah.
Itu adalah data surveinya. Selain itu, ada juga data yang menunjukkan tren dalam 3 survei terakhir di bulan Januari.
Dari awal, tengah, hingga akhir Januari, terlihat bahwa elektabilitas Prabowo terus meningkat. Awal Januari 46,6%, akhir Januari 50,7%, dan Februari 2024 naik lagi menjadi 53,5%.
“Apakah ini akan terus berlanjut hingga hari pemilihan? Ini yang harus kita perhatikan. Namun, kita juga tidak boleh melupakan bahwa dari 53,5% pemilih Prabowo Gibran, ada yang bisa dibedakan menjadi strong supporter dan soft supporter,” ungkap Denny JA.
Strong supporter adalah pemilih yang sudah sangat militan. Soft supporter adalah pemilih yang masih mungkin berubah.
Dari 53,5% pemilih Prabowo Gibran, ternyata yang strong supporter sebanyak 47,9% dan yang soft supporter sebanyak 5,6%.
Soft supporter ini disebut demikian karena pemilih ini sebenarnya mudah goyah atau ragu jika melihat satu atau dua peristiwa yang berbeda. Mereka bisa saja berubah pandangan.
Lalu, bagaimana nanti di tanggal 14 Februari, 4 hari dari sekarang? Kita tidak bisa hanya mengandalkan survei saja. Survei itu hanya gambaran saat survei dilakukan. Gambaran saat tanggal 26 Januari sampai 6 Februari. Tapi, 14 Februari adalah 8 hari kemudian.
Kita harus menggunakan prediksi dengan model yang berbeda. 8 hari setelah survei pertama, pasti ada perubahan suara di sana.
Bisa saja ada yang bertambah dari kalangan soft supporter. Atau, ada juga margin of error survei ini. Karena survei ini menggunakan sampel, maka hasilnya tidak persis sama dengan realita.
Realitanya bisa lebih atau kurang. Selain itu, ada juga faktor golput di sana. Jika golputnya itu merata antara kubu Ganjar, kubu Anies, dan kubu Prabowo, tidak masalah. Tapi, jika golputnya itu lebih banyak di salah satu kubu, misalnya kubu Prabowo, ini bisa mempengaruhi dukungan yang berbeda dari hasil survei.
Karena itu, kita membuat prediksi apa yang akan terjadi 4 hari mendatang. Dari sini, kita menggunakan rumus hasil survei ditambah aneka variabel.
Maka, kita pun membuat prediksi dengan satu interval. Karena kita lihat ada beberapa variabel yang kita hitung, maka inilah prediksi kita.
Interval nomor 2, pasangan Prabowo Gibran, angkanya 47,9% sampai 58,3%. Nomor 1, Anies dan Muhaimin, angkanya 18,9% sampai 26,5%. Sementara itu, Ganjar Mahfud, angkanya 16,8% sampai 24,0%.
Dari mana kita dapat angka ini? Kita buat inilah range-nya.
Batas bawah dan batas atas dari masing-masing pasangan ini adalah pemilih militan itu batas bawahnya. Dan kita asumsikan soft supporter itu bisa pergi banyak. Batas atasnya adalah hasil survei ditambah yang belum memilih dibagi 3 secara merata ditambah lagi margin of error.
Itu terjadi batas atasnya. Sehingga, suara pendukung militan sampai kepada survei yang sebenarnya ditambah yang belum memutuskan dibagi 3 dan ditambah lagi margin of error. Di sini kita lihat bahwa 47,9% sampai 58,3% artinya Prabowo dan Gibran sangat mungkin menang sampai 58,3% atau hanya 47,9%.
Jadilah prediksi kita bahwa 4 hari sebelum pencoblosan, yang pasti dan yang belum pasti. Yang pasti, Prabowo Gibran akan menang telak tanggal 14 Februari ini.
Namun, yang belum pasti adalah apakah dua putaran atau satu putaran saja. Kemungkinan dua putaran itu 30%.
Kemungkinan satu putaran saja itu 70%. Dan yang akan diperoleh oleh Prabowo Gibran inilah kemungkinan presentasinya antara 47,5% sampai 58,3%. Marilah kita catat ini dan nanti kita buktikan bersama-sama tanggal 14 Februari, sekitar 4 hari dari video ini ditayangkan. (ted)






