Jakarta (beritajatim.com) – Di tengah gejolak ekonomi global, Indonesia berhasil menorehkan prestasi dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Lana Soelistianingsih dalam acara Bloomberg Technoz Economic Forum di Jakarta.
“Ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen pada kuartal IV 2023 dan 5,05 persen secara keseluruhan di tahun 2023. Capaian ini merupakan salah satu yang terbaik di antara negara-negara G20,” ungkap Lana.
Lebih lanjut, Lana menjelaskan bahwa pencapaian ini didorong oleh permintaan domestik yang kuat dan kinerja investasi yang solid. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonominya, menjadikannya salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di antara negara-negara G20.
Kinerja Perbankan yang Solid Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
Lana juga menuturkan bahwa kinerja perbankan yang solid turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Intermediasi perbankan berjalan dengan baik, ditopang oleh permodalan yang tebal dan rasio gagal bayar yang terjaga.
“Kredit tumbuh 10,38 persen Year on Year dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 3,73 persen YoY per Desember 2023. Sementara itu, NPL gross berada pada level yang terkendali sebesar 2,19 persen dan permodalan bank tetap kuat dengan CAR sebesar 27,69 persen,” papar Lana.
LPS Menjaga Kepercayaan Nasabah
Lana menegaskan bahwa LPS akan terus menjaga kepercayaan nasabah melalui pelaksanaan tugas dan fungsinya, serta melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami peran dan fungsi LPS, risiko terjadinya bank run dapat diminimalisir.
“LPS berkomitmen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi nasabah penyimpan dana di bank,” pungkas Lana. (ted)






