Ponorogo (beritajatim.com) – Di musim penghujan seperti sekarang ini, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko cawe-cawe terhadap kesehatan warganya. Sebagai langkah antisipasi atau kewaspadaan terhadap nyamuk Aedes Aegypti, pembawa penyakit chikungunya dan demam berdarah dengue (DBD), orang nomor satu di Ponorogo itu menginstruksikan untuk melakukan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain PSN, kerja bakti bersih-bersih lingkungan itu, juga bisa untuk antisipasi bencana banjir.
Intruksi kerja bakti secara serentak itu diserukan di setiap kecamatan. Dimana di tingkat kecamatan, juga diteruskan atau dijalankan di tingkat desa maupun lingkungan. Dengan kerja bakti bersih-bersih lingkungan, diharapkan penyakit Chikungunya yang beberapa hari lalu melanda banyak warga di Dusun Trenceng Desa Mrican Kecama Jenangan, tentu bisa dicegah.
Tidak hanya menginstruksikan saja, bupati juga sudah melakukan aksi nyata, melakukan kerja bakti langsung saat pembersihan sungai di Dam Cokromenggalan pada hari Sabtu (3/3) lalu. Bersama ratusan warga setempat dan dinas terkait, Bupati Sugiri berusaha membersihkan bambu yang menyumbat aliran air. Menurutnya, pembersihan itu sebagai upaya antisipasi pertumbuhan nyamuk sekaligus mencegah potensi banjir.
“Antisipasi penyakit perlu, antisipasi bencana seperti banjir juga bisa dilakukan. Apalagi saat ini sedang puncaknya penghujan,” katanya, Selasa (06/02/2024).
Kerja bakti sudah dilakukan di lingkup ASN Ponorogo setiap hari Jumat. Nah, di setiap kecamatan dan kelurahan/desa secara otomatis mengikuti gerakan ini agar Ponorogo bersih dan sehat. Dia berharap kegiatan sosial kerja bakti ini, ke depan dilakukan secara rutin dan serentak. Supaya bisa mencegah persebaran penyakit dan bisa menekan bencana.
“Kalau dikerjakan bersama-sama kan jadi enteng. Tetap jaga lingkungan masing-masing,” pungkasnya. [end/aje]






