Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Rabu (9/7/2025) pagi. Erupsi ini tercatat memiliki tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter dari puncak serta disertai luncuran awan panas hingga sejauh 4.000 meter ke arah tenggara.
Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan aktivitas erupsi terjadi pada pukul 08.14 WIB. “Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Rabu, 9 Juli 2025 pukul 08.14 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak,” tulis petugas PPGA Semeru, Ghufron Alwi dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono menjelaskan luncuran awan panas teramati bergerak ke arah tenggara. Hingga saat ini belum ada laporan dampak maupun kerusakan akibat erupsi tersebut.
“Erupsi tadi pagi itu disertai awan panas sejauh 4 kilometer mengarah ke tenggara, untuk dampaknya sementara nihil, belum ada laporan yang masuk,” terangnya.
Meski demikian, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada level II atau waspada. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 8 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lereng Semeru juga dilarang beraktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini untuk mengantisipasi perluasan awan panas maupun aliran lahar yang bisa mencapai hingga 13 kilometer dari puncak.
“Jadi ini masih sama harus tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” ungkap Yudhi. [has/beq]






