Malang (beritajatim.com) – Dua musisi hiphop kota Malang Tiga DRM dan Bimz merilis lagu terbaru. Lagu baru Tiga DRM berjudul ‘Still Walking’ yang artinya Masih Berjalan. Sementara itu, Bimz merilis lagu dengan judul ‘South’ yang berarti selatan.
Perilisan lagu ini akan dilaksanakan di Dekker.Koffie Jalan surakarta No 1, Malang pada 25 Februari 2024 mendatang dengan tajuk acara l Hip-Hop Halaman Belakang X Sevenawz. Acara tersebut diisi dengan tampilan dari ‘Halaman Belakang’, launching single talent Hip-Hop Halaman Belakang.
Tiga DRM yang bernama asli Rahmad Idea Tribisono menjelaskan bahwa judul lagu Still Walking membahas tentang kejadian selama ia aktif di dunia hip-hop. Baginya dunia HipHop memang keras tetapi selalu seru untuk dijalani.
“Lagu saya membahas beberapa tragedi atau kejadian saat saya aktif di dunia hip-hop. Kalau ada yang berkata HipHop ini keras itu kenyataan so welcome,” ungkap Tri pada beritajatim.com.
Single Still Walking akan dirilis bersama desain kaos dan stiker official. Instrumen musiknya, kata Tri, digarap oleh Bagus yang dieksekusi by sevenaws record dan mixing mastering dari still DRM.
“Untuk prosesnya, Mp3 terselesaikan sekitar satu mingguan sepaket revisinya. Pada awal Februari saya bergerak ciptakan mp4 yang di direct by Arsy and friends. So this good vibe,” ujar Tri melalui keterangan WhatsApp, Senin (5/2/2024).
Tiga DRM menambahkan acara peluncuran singlenya melibatkan seluruh kru Hip-Hop Halaman belakang, kru dari Sevenawz rec, dan Dekker Koffie. Dia berharap dengan dibuatnya acara perilisan pengunjung bisa mengetahui langkah demi langkah dalam hal membuat single terbarunya.
“Harapannya agar dimana teman-teman bisa mengetahui langkah demi langkah dalam hal membuat single hingga perilisan. Sepanggung dengan perayaan yang berbeda sungguh indah dibandingkan sepanggung tapi baku tahan darah, peace and let’s go,” kata Tri mengakhiri.
Di sisi lain, Bimzsky yang juga dipanggil Boy menjelaskan, judul lagu South berarti Selatan yang menjadi tempatnya dan keluarga tinggal di pulau kecil di provinsi NTT. Lagu ini menceritakan saat Bimz tumbuh di kompleks Udayana tengah kota Waikabubak.

“Saat SMP saya harus menempuh jarak 2-3 Kilometer untuk menempuh pendidikan dengan jalan kaki atau menunggu angkot. Saat itu hanya ada 2 tipe angkot yang masuk sampai sekolah di antara banyak angkot, jadi susah,” ujar Bimzsky.
Bagi Bimz, masa lalunya tak sesuai harapan. Ia sering bolos sekolah dan orang tuanya mendapat pesan teguran dari kepala sekolah. Namun, semua itu tidak tak mengurangi rasa takut Bimzsky untuk terus nakal pada hari-hari selanjutnya.
“Saat SMA saya bergabung dalam satu geng yang bernama KALONG WIE yang berarti Waikabubak Independent. Kami kumpulan dibenci orang tua saat itu tapi disayangi karena di satu sisi kami berbakat dalam olahraga,” kenang Bimzsky.
Masa lalu yang suram sekaligus indah itu membuat Bimzsky terinspirasi menciptakan South. Ia merasa lagu juga bisa menjadi tempat menyimpan kenangan untuk dibagikan pada orang lain.
“Masa-masa yang indah untuk dibagi kepada teman-teman pendengar, ya walaupun untuk beberapa bagian tidak untuk ditiru. Namun kenangan itu telah membuat saya bahagia,” katanya mengakhiri. [dan/but]






