Surabaya (beritajatim.com) – Setidaknya ada 100 anak dari tingkat TK hingga SMA menampilkan skill bermusiknya dalam konser tahunan Sanggar Musik Gita Loka di Mal Tunjungan Plaza 6, Surabaya. Adapun skill atau kemampuan bermain musik ini bertujuan untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri pada anak.
Konser ini merupakan agenda rutin sanggar musik yang sudah berdiri sejak 1999 silam. Sudah banyak murid yang piawai memainkan alat musik, bahkan tak sedikit pula dari mereka berhasil menjadi pengajar musik.
Pada konser kali ini, Sanggar Musik Gita Loka mengangkat tema colorfull. Para peserta dituntut untuk menampilkan kreasinya dalam bermusik sesuai konsep yang mereka ciptakan masing-masing.
“Ada penampilan angklung yang dimainkan 60 anak-anak dari TK, kolaborasi gitar dan piano, ada juga yang solo memainkan piano atau gitar sambil bernyanyi,” ujar Founder Sanggar Musik Gita Loka Prita Khairunnisa, Senin (15/1/2024).
Sedangkan 40 peserta merupakan murid tingkat SD, SMP, dan SMA. Mereka juga unjuk kebolehan memainkan musik.
“Itu yang kami tonjolkan di sini, di atas tingkatan TK kebanyakan duet. Itu cukup sulit, ya karena menggabungkan konsentrasi antara dua pemain yang memainkan alat musik berbeda, harus sinkron,” katanya.
Prita mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kesulitan tersendiri ketika mengajarkan anak-anak di tingkat TK. Sebab, mereka sangat aktif sehingga terkadang susah untuk diatur.
“Biasa anak kecil, banyak kendala semacam proses mengajar anak-anak karena aktif susah untuk fokus. Belum lagi kalau bad mood enggak mau diajak bermain musik,” ungkapnya.
Meski begitu, hal itulah yang menjadi bekal untuk mengetahui karakter masing-masing anak agar tahu bagaimana cara mengajak mereka untuk belajar bermusik. “Kadang sulit, kadang mudah. Itu juga yang bisa membuat kami tahu karakter masing-masing musik setiap anak,” tuturnya. [ipl/aje]






